Trio Saham Perbankan Kompak Terbang, IHSG Melesat 4,24 Persen Sepekan
Sektor perbankan dan komoditas dorong indeks kembali tembus ke level 6.100.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja gemilang sepanjang periode perdagangan 13-17 Juli 2026 dengan lonjakan sebesar 4,24 persen. Reli kuat saham *big caps* perbankan seperti BMRI, BBCA, dan BBRI menjadi motor utama yang membawa indeks parkir di level 6.175.
Faktakalbar.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan signifikan sebesar 4,24 persen sepanjang perdagangan sepekan terakhir, periode 13-17 Juli 2026. Penguatan indeks ini terutama ditopang oleh reli saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps).
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sukses menjadi tiga kontributor terbesar yang mendorong IHSG kembali menembus level psikologis 6.100.
Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BMRI memimpin daftar penggerak setelah melonjak 9,8 persen dalam sepekan dan menyumbang 32,66 poin terhadap indeks. Posisi berikutnya ditempati saham BBCA yang menguat 4,86 persen (kontribusi 26,47 poin), disusul BBRI yang naik 6,45 persen (kontribusi 26,27 poin).
Sektor Komoditas dan Rincian Kumulatif Indeks Selain sektor perbankan, laju penguatan indeks juga disokong oleh performa solid saham-saham sektor komoditas dan industri lainnya:
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Melonjak 12,25 persen (menyumbang 18,11 poin).
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM): Menguat 7,26 persen (menyumbang 16,61 poin).
- PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Naik 7,14 persen (menyumbang 13,04 poin).
- PT Astra International Tbk (ASII): Menguat 6,03 persen (menyumbang 11,81 poin).
Berkat dorongan deretan saham tersebut, secara kumulatif IHSG bertambah 251,17 poin ke level 6.175,535 dari posisi penutupan pekan sebelumnya di level 5.924,360. Sepanjang pekan, indeks bergerak pada kisaran terendah 5.898,14 hingga menyentuh level tertinggi di 6.192,65.
Aktivitas Transaksi Bursa Meningkat Tajam Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengonfirmasi bahwa aktivitas perdagangan di bursa mengalami peningkatan gairah yang cukup tajam selama sepekan. Rata-rata nilai transaksi harian naik 36,25 persen menjadi Rp 13,99 triliun.
“Data rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini turut mengalami kenaikan sebesar 27,75 persen menjadi 26,17 miliar lembar saham. Selain itu, rata-rata frekuensi transaksi harian meningkat 24,60 persen menjadi 2,33 juta kali transaksi,” ujar Kautsar dalam siaran pers.
Kenaikan pasar ini turut mengerek total kapitalisasi pasar BEI sebesar 3,95 persen menjadi Rp 10.749 triliun.
Penutupan Akhir Pekan dan Aksi Investor Asing Pada perdagangan pamungkas Jumat (17/7/2026), IHSG ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.176. Penguatan hari Jumat didukung oleh aksi beli bersih (net buy) investor asing yang mencapai Rp 725 miliar. Aksi beli asing terbesar berpusat pada saham BBCA (Rp 698 miliar), BMRI (Rp 375 miliar), dan BBRI (Rp 268 miliar).
Sebaliknya, investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) terbesar pada saham ASII senilai Rp 163 miar, disusul saham DEWA (Rp 41 miliar), dan AMMN (Rp 34 miar). Pada akhir sesi Jumat, sebanyak 349 saham ditutup di zona hijau, 261 saham melemah, dan 187 saham bergerak stagnan dengan nilai transaksi harian khusus Jumat mencapai Rp 16,348 triliun.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.