Tolak Gencatan Senjata dengan Hamas, Menteri Keamanan Israel Mundur dari Jabatan
INTERNASIONAL
- Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben Gvir, resmi mengundurkan diri dari kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Keputusan ini diambil sebagai bentuk protes terhadap kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang berlaku sejak Minggu (19/1/2025).
Dalam pernyataannya, Ben Gvir menyebut kesepakatan tersebut sebagai "skandal" dan menganggapnya sebagai "penyerahan diri kepada Hamas." Ia juga mengkritik pembebasan tahanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan tersebut, menyebutnya sebagai pelepasan "ratusan pembunuh."
Partai Ben Gvir, Jewish Power, juga menarik diri dari koalisi pemerintahan Netanyahu untuk mempertegas sikapnya. Namun, koalisi Netanyahu tetap mempertahankan mayoritas tipis di parlemen Israel.
**Gencatan Senjata Israel-Hamas**
Gencatan senjata ini menjadi akhir dari konflik berkepanjangan sejak Oktober 2023. Pada hari pertama gencatan, Hamas menyerahkan tiga sandera warga Israel kepada Palang Merah Internasional, sementara Israel membebaskan 90 tahanan Palestina.
Meskipun ada keberatan dari sejumlah menteri kabinet, termasuk Ben Gvir, PM Netanyahu tetap melanjutkan kesepakatan ini sebagai bagian dari rencana pembebasan sandera.
Namun, keberatan dari faksi dalam kabinet Netanyahu menunjukkan adanya ketegangan internal terhadap pendekatan pemerintah dalam menyelesaikan konflik dengan Hamas.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.