TNI Tambah Pesawat Hercules untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan
TNI mengerahkan tambahan pesawat Hercules C-130 untuk memperkuat operasi modifikasi cuaca di Kalimantan guna membantu menangani karhutla dan kabut asap.
Faktakalbar.id - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menambah dukungan armada udara dengan mengerahkan satu unit pesawat Hercules C-130 bernomor registrasi A-1328 untuk memperkuat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mengurangi dampak kabut asap.
Berdasarkan pemberitaan IDXChannel pada Senin (26/10/2026), pesawat tersebut diberangkatkan dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, menuju Lanud Syamsudin Noor di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (24/10/2026).
Pusat Penerangan TNI menyatakan bahwa pengerahan pesawat tambahan tersebut ditujukan untuk memperkuat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca agar penanganan karhutla dan kabut asap di wilayah terdampak dapat berjalan lebih optimal.
Hercules Dilengkapi Peralatan Penyemaian Bahan
Pesawat Hercules C-130 A-1328 dilengkapi dua konsol penyemai dengan kapasitas total 5 ton. Peralatan tersebut digunakan untuk membawa bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) atau garam dan es kering (dry ice).
Dalam penerbangan tersebut, TNI juga membawa tenaga ahli perekayasa cuaca dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendukung pelaksanaan operasi modifikasi cuaca.
OMC merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan potensi terbentuknya hujan melalui penyemaian bahan tertentu pada kondisi atmosfer yang sesuai. Pelaksanaannya bergantung pada ketersediaan awan dan kondisi meteorologi, sehingga hasilnya tidak dapat dijamin hanya dengan pengerahan pesawat.
Upaya ini diharapkan dapat membantu penanganan karhutla, terutama di wilayah yang mengalami kekeringan dan terdampak kabut asap.
TNI Siagakan Armada Udara di Kalimantan dan Sumatra
Dengan tambahan pesawat Hercules tersebut, armada udara TNI yang disiagakan untuk mendukung OMC di Lanud Syamsudin Noor mencapai empat unit. Armada itu terdiri atas satu pesawat Hercules C-130, satu CN-295, dan dua pesawat Cassa N-212.
Selain di Kalimantan Selatan, TNI juga menyiagakan tiga pesawat di Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang, Sumatra Selatan. Armada tersebut terdiri atas satu Hercules C-130 dan dua pesawat Cassa N-212.
Pengerahan pesawat di kedua wilayah tersebut menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya pemerintah menangani kebakaran hutan dan lahan melalui operasi udara.
Penanganan Karhutla Dilakukan melalui Berbagai Upaya
Penanganan karhutla membutuhkan koordinasi berbagai pihak, mulai dari TNI, pemerintah pusat dan daerah, petugas pemadam, hingga instansi yang menangani pemantauan cuaca.
Selain operasi modifikasi cuaca, penanganan di lapangan juga diperlukan untuk memadamkan titik api dan mencegah kebakaran meluas. Pemantauan kondisi udara serta perlindungan masyarakat dari paparan asap juga menjadi bagian penting dalam menghadapi dampak karhutla.
Penambahan pesawat Hercules diharapkan dapat memperkuat dukungan logistik dan operasional udara bagi pelaksanaan OMC di Kalimantan. Namun, efektivitas penanganan tetap bergantung pada kondisi cuaca, luas wilayah terdampak, serta keberhasilan upaya pemadaman di lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.