Tantangan Parenting Era Digital, Orang Tua di Pontianak Diminta Awasi Anak Main Gawai
Faktakalbar.id - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membendung dampak negatif perkembangan teknologi digital pada anak, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Faktakalbar.id - Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membendung dampak negatif perkembangan teknologi digital pada anak, Sabtu, 31 Oktober 2026.
Kemudahan akses mesin pencari internet dan gawai menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua dalam menanamkan nilai moral sejak dini.
Pendidikan karakter anak pada era digital dinilai tidak cukup lagi sekadar nasihat verbal melainkan membutuhkan keteladanan nyata di rumah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahasan saat membuka agenda Seminar Parenting Nasional di Hotel Transera Pontianak.
Bahasan menekankan, "Anak-anak akan melihat dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya."
Perilaku sederhana seperti berkata jujur dan menjaga tutur kata di lingkungan rumah menjadi fondasi awal pembentukan karakter anak.
Orang tua diimbau untuk tidak berbohong meskipun dalam suasana bercanda serta menghentikan kebiasaan bertengkar di hadapan anak.
Bahasan berpesan, "Walaupun hanya bercanda, hindari berbohong di depan anak-anak. Begitu juga ketika suami istri berbeda pendapat, jangan sampai bertengkar di depan anak. Sebab, anak-anak ini meniru apa yang mereka lihat dan dengar."
Kecenderungan anak-anak zaman sekarang yang lebih memilih mencari jawaban di internet dibanding bertanya ke orang tua berisiko memicu salah paham.
Informasi yang diperoleh anak dari dunia maya kerap ditelan mentah-mentah tanpa adanya klarifikasi kebenaran dari pihak keluarga.
Bahasan menjelaskan, "Sekarang mereka bisa langsung bertanya kepada Google. Persoalannya, informasi yang diperoleh itu belum tentu diklarifikasi kebenarannya, tetapi bisa langsung dipercaya dan ditiru."
Pembatasan durasi penggunaan gawai pada anak harus dimulai dari kedisiplinan orang tua dalam membatasi penggunaan telepon genggam.
Kebiasaan orang tua yang kerap bermain gawai saat diajak berkomunikasi oleh anak dapat merusak keharmonisan pola asuh keluarga.
Bahasan tutur, "Ketika kita berbicara, dia malah sibuk dengan HP-nya. Hal-hal seperti ini harus mulai ditata dari keluarga."
Pendampingan digital secara aktif dipandang sebagai kunci utama mencegah paparan konten negatif yang merusak moral generasi muda.
Sinergi antar-anggota keluarga di rumah sangat krusial agar pembentukan karakter anak tetap berjalan optimal di tengah arus digitalisasi.
Orang tua di Kota Pontianak diharapkan semakin peka terhadap perubahan perilaku anak akibat interaksi media sosial.
Pelaksanaan seminar parenting ini menjadi sarana edukasi bagi para pengasuh anak dalam menghadapi dinamika pengasuhan modern.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.