Sopir Angkutan Sanggau Keluhkan Solar Subsidi, DPRD Soroti Ancaman Kenaikan Harga Sembako
Faktakalbar.id - Aliansi sopir angkutan se-Kabupaten Sanggau mengadukan kelangkaan dan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada DPRD Sanggau dalam audiensi
Faktakalbar.id - Aliansi sopir angkutan se-Kabupaten Sanggau mengadukan kelangkaan dan mahalnya harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi kepada DPRD Sanggau dalam audiensi pada Rabu (21/10/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para sopir mengeluhkan sulitnya mendapatkan BBM subsidi dengan harga yang terjangkau, terutama solar yang disebut mencapai Rp20 ribu per liter di tingkat pengecer.
Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki mengatakan, harga solar yang sebelumnya sekitar Rp6.800 per liter dilaporkan melonjak hingga Rp20 ribu di kios atau pengecer.
“Ini yang menjadi persoalan bagi para supir, karena bagaimanapun sering saya sampaikan subsidi BBM ini bersumber dari uangnya rakyat dalam bentuk pajak. Pajak inilah yang digunakan mensubsidi BBM,” ujarnya.
Menurut Hengki, kondisi tersebut menunjukkan adanya persoalan dalam penyaluran BBM subsidi yang seharusnya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan energi dengan harga terjangkau.
Ia menilai, masyarakat yang benar-benar membutuhkan subsidi justru berisiko tidak memperoleh manfaat ketika pasokan terbatas dan harga di tingkat pengecer meningkat.
“Dan jika ini dibiarkan, harga sembako bisa mahal, masyarakat akan terus mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya, itu yang tidak kita inginkan,” ungkapnya.
Kenaikan biaya bahan bakar berpotensi menambah beban operasional sopir angkutan dan berdampak terhadap biaya distribusi barang apabila berlangsung dalam waktu lama.
Dampak tersebut menjadi perhatian karena angkutan berperan dalam mendukung pergerakan barang dan pemenuhan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Sanggau.
Audiensi itu dipimpin Ketua DPRD Sanggau Hendrikus Hengki bersama Wakil Ketua I Timotius Yance dan Wakil Ketua II Robby Sugianto.
Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sanggau AKP Anuar Syarifudin, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Sanggau Shopiar Juliansyah, Kepala Dinas Perhubungan Alipius, serta 11 perwakilan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Namun, informasi yang disampaikan dalam audiensi tersebut belum merinci lokasi pengecer yang menjual solar seharga Rp20 ribu per liter maupun jumlah pasokan yang tersedia.
Belum ada pula keterangan terperinci mengenai penyebab kelangkaan dan kenaikan harga yang dikeluhkan para sopir.
Keluhan tersebut menjadi persoalan yang perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama untuk memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.