faktakalbar

Seorang Anak di Sukadana Meninggal Akibat Infeksi Pernapasan, Keluarga Soroti Kondisi Kabut Asap

Seorang anak berusia enam tahun di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026), di tengah kondisi kabut asap yang disebut semakin pekat di wilayah tersebut.

Penulis: Natash Friday, 16 October 2026 📖 1 menit
Seorang Anak di Sukadana Meninggal Akibat Infeksi Pernapasan, Keluarga Soroti Kondisi Kabut Asap

Faktakalbar.id - Seorang anak berusia enam tahun di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, dilaporkan meninggal dunia pada Rabu (14/10/2026), di tengah kondisi kabut asap yang disebut semakin pekat di wilayah tersebut.

Pihak keluarga menyebut korban mengalami infeksi saluran pernapasan sebelum meninggal dunia.

Paman korban, Miftahus, menyampaikan duka sekaligus meminta pemerintah lebih serius menangani kabut asap yang menyelimuti wilayah Kayong Utara.

Ia berharap penanganan segera dilakukan untuk mengurangi paparan asap dan melindungi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Jangan anggap remeh,” ujar Miftahus.

Menurut keluarga, kondisi kabut asap yang belakangan dilaporkan semakin pekat menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan warga.

Anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam situasi pencemaran udara.

Keluarga berharap pemerintah tidak hanya menangani sumber kabut asap, tetapi juga memastikan warga terdampak memperoleh akses terhadap layanan kesehatan yang memadai.

Mereka juga meminta langkah pencegahan diperkuat agar masyarakat tidak terus terpapar asap dalam kondisi udara yang memburuk.

Kematian anak tersebut menambah kekhawatiran keluarga terhadap dampak kabut asap di wilayah Kayong Utara.

Namun, hubungan langsung antara kondisi kabut asap dan kematian korban belum dapat dipastikan hanya berdasarkan keterangan keluarga.

Kepastian mengenai penyebab kematian memerlukan keterangan medis yang dapat menjelaskan kondisi kesehatan korban.

Di tengah situasi tersebut, masyarakat berharap pemerintah daerah dan pemerintah pusat meningkatkan pemantauan kualitas udara serta menyampaikan informasi risiko kesehatan secara terbuka.

Warga juga membutuhkan informasi mengenai langkah perlindungan yang dapat dilakukan ketika kualitas udara memburuk, khususnya bagi kelompok rentan.

Penanganan kabut asap dinilai perlu dilakukan secara serius agar risiko kesehatan masyarakat dapat ditekan dan kejadian serupa dapat dicegah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK