Sengketa Lahan 27 Tahun Ratusan Warga Tujuh Desa Geruduk Kantor PT KBP Sekadau
Faktakalbar.id - Ratusan warga yang mewakili tujuh desa di Kecamatan Belitang Hulu dan Belitang mendatangi kantor PT Kalimantan Bina Permai (KBP) di Dusun Batu Mata, Desa Batuk Mulau, Kabupaten Sekadau
Faktakalbar.id - Ratusan warga yang mewakili tujuh desa di Kecamatan Belitang Hulu dan Belitang mendatangi kantor PT Kalimantan Bina Permai (KBP) di Dusun Batu Mata, Desa Batuk Mulau, Kabupaten Sekadau pada Senin, 14 September 2026 pagi.
Kedatangan rombongan warga tersebut bertujuan untuk menuntut pengembalian tanah milik masyarakat yang disinyalir masuk ke dalam area Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan tersebut.
Didampingi kuasa hukum Alphonso, massa berkumpul di halaman kantor perusahaan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung di hadapan manajemen PT KBP.
Warga mendesak agar lahan yang diklaim milik masyarakat dari tujuh desa terdampak segera dikembalikan oleh pihak manajemen.
Masalah klaim kepemilikan tanah ini dilaporkan telah memicu ketidakpastian status hukum bagi warga lokal selama puluhan tahun.
Alphonso menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini merupakan puncak kejenuhan warga atas lambatnya proses penyelesaian konflik lahan.
"Selama 27 tahun, masyarakat dari 7 desa telah lama menunggu legalitas atas tanah yang mereka miliki di HGU perusahaan, sehingga perusahaan dapat mengembalikan tanah masyarakat yang termasuk dalam HGU tersebut," kata Alphonso.
Luas HGU PT KBP di wilayah Belitang Hulu diperkirakan mencapai sekitar 20.000 hektare dengan area tertanam mencapai 4.041 hektare.
Area tanam tersebut terbagi atas lahan plasma seluas 2.600 hektare, lahan inti 1.800 hektare, serta sekitar 500 hektare yang telah ganti rugi kepada warga.
Adapun desa yang terdampak konflik lahan ini meliputi Desa Kumpang Ilong, Ijuk, Balai Sepuak, Sungai Tapah, Semadu, Batuk Mulau, serta satu desa lainnya.
Usai menyampaikan tuntutan secara terbuka, seluruh perwakilan massa membubarkan diri dan kembali ke desa masing-masing dengan tertib.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.