faktakalbar

Sebanyak 19 Macan Tutul Jawa Terekam di Bromo, Dua di Antaranya Anakan

Sebanyak 19 macan tutul Jawa teridentifikasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dua di antaranya merupakan anakan.

Penulis: Clara Saturday, 07 November 2026 📖 2 menit
Sebanyak 19 Macan Tutul Jawa Terekam di Bromo, Dua di Antaranya Anakan
Sebanyak 19 macan tutul Jawa teridentifikasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dua di antaranya merupakan anakan. (dok/TNBTS)

Faktakalbar.id - Sebanyak 19 individu macan tutul Jawa (Panthera pardus melas) berhasil diidentifikasi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Dua di antaranya merupakan anakan, berdasarkan hasil pemantauan menggunakan kamera pengintai.

Temuan tersebut merupakan bagian dari program Java-Wide Leopard Survey (JWLS) yang melibatkan Bakti BCA, Kementerian Kehutanan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), dan Yayasan SINTAS Indonesia.

Berdasarkan hasil analisis pada Agustus 2026, 19 individu macan tutul Jawa yang teridentifikasi terdiri atas tujuh jantan, 10 betina, dan dua anakan. Data tersebut diperoleh dari rekaman kamera pengintai yang dikumpulkan hingga Maret 2026.

160 Kamera Pengintai Dipasang di Kawasan Bromo

Dalam survei tersebut, tim memasang sebanyak 160 kamera pengintai di sejumlah titik hutan kawasan TNBTS. Sepanjang periode pemantauan Januari 2024 hingga Agustus 2026, keberadaan macan tutul Jawa terdeteksi di 46 stasiun kamera atau sekitar 58 persen dari seluruh titik pemantauan.

Kemunculan satwa ini paling banyak tercatat di kawasan hutan yang relatif masih terjaga. Rekaman kamera tersebut membantu peneliti mengidentifikasi individu sekaligus memetakan persebaran dan wilayah jelajahnya.

Selain menggunakan rekaman visual, tim peneliti juga mengumpulkan 44 sampel kotoran atau scat macan tutul untuk pemeriksaan DNA. Pemeriksaan ini diharapkan dapat melengkapi informasi mengenai populasi dan keragaman genetik satwa tersebut.

Ditemukan 46 Jenis Satwa, 26 Berpotensi Jadi Mangsa

Survei JWLS juga mencatat keberadaan 46 jenis satwa lain di kawasan TNBTS. Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 jenis berpotensi menjadi mangsa alami macan tutul Jawa.

Field Coordinator JWLS Region Timur, Ummi Farikhah, menyebut ketersediaan satwa mangsa menjadi salah satu faktor penting bagi kelangsungan hidup predator puncak tersebut.

Keberadaan rantai pakan alami yang masih tersedia menjadi salah satu harapan bagi upaya pelestarian macan tutul Jawa. Meski demikian, perlindungan habitat dan pemantauan populasi secara berkala tetap diperlukan.

Populasi Macan Tutul Jawa Masih Menghadapi Ancaman

Di balik temuan tersebut, macan tutul Jawa masih menghadapi sejumlah tantangan konservasi, mulai dari fragmentasi habitat, penurunan keragaman genetik, hingga potensi konflik dengan manusia.

Hasil awal analisis kesintasan populasi atau Population Viability Analysis (PVA) yang disampaikan dalam rangkaian survei menempatkan populasi macan tutul Jawa di TNBTS dalam kategori risiko sedang untuk proyeksi hingga 100 tahun ke depan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa upaya perlindungan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Menjaga kawasan hutan, memperkuat konektivitas ant habitat, mencegah perburuan liar, serta melibatkan masyarakat sekitar menjadi bagian penting dari konservasi.

Temuan 19 individu ini menjadi salah satu gambaran keberadaan macan tutul Jawa di kawasan TNBTS. Namun, keberlangsungan hidup satwa endemik tersebut tetap bergantung pada kelestarian habitat dan ekosistem hutan yang menjadi tempat hidupnya.


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK