Rupiah Ditutup Perkasa ke Level Rp 17.897 per Dolar AS, Ditopang Cadangan Devisa
Cadef Juli 2026 Terjaga USD 145,3 Miliar Jadi Sentimen Positif di Tengah Tensi Geopolitik
Nilai tukar rupiah ditutup menguat ke level Rp 17.897 per dolar AS pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Penguatan ditopang stabilitas cadangan devisa Indonesia sebesar USD 145,3 miliar.
Faktakalbar.id - Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat pada akhir perdagangan Jumat (7/8/2026). Mata uang Garuda terapresiasi 26 poin atau 0,15 persen ke posisi Rp 17.897 per dolar AS. Posisi ini membaik dibandingkan pembukaan pagi hari yang sempat terdepresiasi di level Rp 17.933 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa penguatan rupiah sore ini disokong oleh rilis posisi cadangan devisa Indonesia per akhir Juli 2026 yang tetap terjaga kokoh di angka 145,3 miliar dolar AS.
Angka cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,3 bulan impor beserta pembayaran utang luar negeri pemerintah—jauh di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.
"Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal, serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Ibrahim, Jumat (7/8/2026).
Kendati terapresiasi, penguatan rupiah masih dibayangi oleh tekanan eksternal, khususnya eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah terkait dinamika pelayaran di Selat Hormuz serta serangan kelompok Houthi.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar global turut mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve pada September mendatang mencapai 60 persen, seiring sinyal ketat yang disampaikan Ketua The Fed Kevin Warsh terkait pengendalian inflasi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.