faktakalbar

Risiko Diare di Tengah Kemarau, Kebersihan Air Usaha Kuliner Jadi Sorotan

Faktakalbar.id - Kondisi kemarau di Kota Pontianak membuat penggunaan air bersih menjadi perhatian, terutama bagi pelaku usaha makanan dan minuman yang menggunakan air dalam proses pengolahan hingga penyajian produk.

Penulis: Wati Thursday, 17 September 2026 📖 2 menit
Risiko Diare di Tengah Kemarau, Kebersihan Air Usaha Kuliner Jadi Sorotan
Ilustrasi mencuci piring. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Kondisi kemarau di Kota Pontianak membuat penggunaan air bersih menjadi perhatian, terutama bagi pelaku usaha makanan dan minuman yang menggunakan air dalam proses pengolahan hingga penyajian produk.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pelaku usaha memastikan air yang digunakan untuk kegiatan usaha berada dalam kondisi bersih dan steril.

Air digunakan dalam berbagai tahapan usaha makanan dan minuman, mulai dari memasak, mencuci bahan makanan, hingga membersihkan peralatan makan dan minum.

"Kondisi kemarau seperti sekarang ini, air bersih harus menjadi perhatian utama. Jangan sampai air yang digunakan untuk berjualan tidak bersih sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat," ujar Edi, Selasa (15/9).

Menurut Edi, kualitas air menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan kebersihan makanan dan minuman yang dikonsumsi masyarakat.

Ia mengingatkan penggunaan air yang tidak memenuhi standar kebersihan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi konsumen.

Salah satu gangguan kesehatan yang menjadi perhatian adalah diare akibat makanan atau minuman yang terkontaminasi.

Edi menyebut temuan kasus diare di Kota Pontianak mulai menunjukkan peningkatan dalam kondisi kemarau.

"Jangan sampai masyarakat minum atau mengonsumsi makanan yang airnya tidak bersih, kemudian terpapar diare. Ini yang harus kita cegah bersama," tegasnya.

Ia menilai aspek kebersihan perlu menjadi bagian dari pelayanan pelaku usaha kepada konsumen, selain mempertimbangkan kepentingan ekonomi.

Kebersihan tersebut mencakup kualitas air, peralatan, bahan makanan, hingga lingkungan tempat usaha.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Pontianak Utara Nuzulisa Zulkifli menyebut terdapat tren kenaikan jumlah kunjungan pasien ketika karhutla dan kendala air bersih terjadi pada Juli hingga Agustus lalu.

"Tren meningkat ini di bulan Agustus, kemudian angkanya juga masih tinggi di awal September," ungkapnya.

Untuk kasus diare, Nuzulisa mengatakan pihak rumah sakit telah menangani 188 pasien.

Menurutnya, kabut asap karhutla dan kendala pasokan air bersih memang dapat meningkatkan risiko gangguan ISPA serta penyakit berbasis lingkungan, salah satunya diare.

Nuzulisa mengimbau masyarakat memastikan air minum dan air untuk kebutuhan sehari-hari tetap bersih dan aman.

Masyarakat juga diminta mencuci tangan menggunakan sabun dan memastikan makanan yang dikonsumsi dalam kondisi higienis.

"Terakhir segera periksakan ke fasilitas RS terdekat apabila terdapat gejala ISPA dan diare," tutupnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK