Rencana Iran Perketat Lalu Lintas Selat Hormuz Dorong Kenaikan Harga Minyak Dunia
Sanksi Draf Larangan Kapal AS dan Israel Picu Kenaikan Brent Hingga US$ 82,49 per Barel
Harga minyak mentah dunia kembali melonjak menyusul rencana pemerintah Iran memperketat jalur pelayaran di Selat Hormuz dan melarang melintasnya kapal-kapal milik AS serta Israel.
Faktakalbar.id - Rencana pemerintah Iran untuk memperketat persyaratan lalu lintas pelayaran kapal di Selat Hormuz kembali memicu lonjakan harga minyak mentah dunia. Kenaikan ini terjadi di tengah rapuhnya hubungan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Mengutip CNBC, Jumat (7/8/2026), harga minyak mentah acuan internasional Brent melonjak 3,8 persen dan ditutup pada level US$ 82,49 per barel. Sementara itu, jenis West Texas Intermediate (WTI) AS menguat sekitar 2,8 persen hingga menyentuh US$ 77,29 per barel.
Penguatan harga ini terjadi setelah minyak sempat merosot sekitar 8 persen pada awal pekan, menyusul pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, terkait potensi kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz yang hingga kini belum diumumkan secara resmi.
Kantor berita pemerintah Iran, Fars, melaporkan bahwa komite parlemen Iran tengah meninjau draf aturan baru yang menetapkan persyaratan ketat bagi kapal-kapal yang akan melintasi kawasan tersebut.
Berdasarkan draf rancangan tersebut, Iran berencana melarang total kapal berbendera AS dan Israel untuk melintasi Selat Hormuz. Selain itu, negara-negara yang dinilai merugikan Iran tidak diizinkan melintas sebelum membayar kompensasi, serta diancam sanksi denda sebesar 20 persen dari total nilai kargo jika melakukan pelanggaran.
Di sisi lain, Iran dan Oman dilaporkan sedang merumuskan perjanjian tata rute transit, di mana jalur masuk akan melewati wilayah perairan Iran dan jalur keluar melalui perairan Oman.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.