Ratusan Siswa Singkawang Beradu Kemampuan Bahasa Melayu di FTBI 2026 Demi Tiket Provinsi
Faktakalbar.id - Ratusan siswa jenjang SD hingga SMP se-Kota Singkawang beradu kemampuan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Rumah Melayu pada Selasa.
Faktakalbar.id - Ratusan siswa jenjang SD hingga SMP se-Kota Singkawang beradu kemampuan dalam Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 di Rumah Melayu pada Selasa.
Ajang yang digelar Balai Bahasa Kalimantan Barat bersama dinas pendidikan setempat ini bertujuan menjaga kelestarian bahasa Melayu dari ancaman kepunahan.
Para peserta unjuk kebolehan dalam pelbagai cabang perlombaan seperti Tundang Sari, dongeng, pantun, pidato, hingga membaca teks Sumpah Pemuda.
Selain kategori pelajar, festival budaya ini juga menghadirkan kompetisi membaca puisi yang diikuti oleh para guru tingkat SMP dan MTs.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat Uniawati menegaskan festival ini menjadi bukti nyata perlindungan terhadap bahasa daerah.
“Ini adalah bentuk komitmen bersama untuk melindungi bahasa daerah, khususnya bahasa Melayu di Kota Singkawang,” kata Uniawati.
Ia menjelaskan bahwa festival ini merupakan puncak dari rangkaian panjang program revitalisasi bahasa Melayu yang berjalan sejak awal tahun.
Melalui kegiatan berkala ini, generasi muda diharapkan tidak sekadar mengenal tetapi juga terbiasa menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan harian.
Selain memupuk kebanggaan berbahasa daerah, persaingan di tingkat kota ini menjadi ajang seleksi menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Para juara FTBI Singkawang bakal ditunjuk mewakili daerah pada ajang tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang digelar 17 November mendatang.
Penampilan para peserta yang mengenakan busana tradisional turut menyedot perhatian antusiasme masyarakat setempat yang memadati lokasi.
Tim juri menilai langsung aspek keaslian tutur, kerapian busana, serta kelancaran pembawaan materi dari masing-masing peserta lomba.
Penyelenggaraan kegiatan ini membuktikan bahwa minat generasi muda terhadap sastra Melayu masih sangat tinggi di kawasan kota perbatasan.
Upaya pelestarian secara berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat posisi bahasa Melayu sebagai fondasi utama kebudayaan lokal Singkawang.
Pihak penyelenggara berkomitmen memantau perkembangan para pemenang agar siap bersaing memperebutkan gelar di tingkat provinsi.
Kegiatan ini membuktikan semangat sekolah dalam merawat bahasa ibu di lingkungan pendidikan formal.
Keberhasilan ajang ini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Kalimantan Barat dalam menggalakkan revitalisasi bahasa daerah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.