faktakalbar

Pontianak Cari Sumber Air Baku Baru di Tengah Intrusi Air Laut Sungai Kapuas

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak mulai mencari sumber air baku alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Sungai Kapuas di tengah kondisi intrusi air laut.

Penulis: Wati Monday, 21 September 2026 📖 2 menit
Pontianak Cari Sumber Air Baku Baru di Tengah Intrusi Air Laut Sungai Kapuas
Lima Juta Liter Air Tawar Kembali Sampai di Parit Mayor. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemerintah Kota Pontianak mulai mencari sumber air baku alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap Sungai Kapuas di tengah kondisi intrusi air laut.

Pencarian tersebut menjadi bagian dari langkah jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih apabila kualitas Sungai Kapuas belum kembali normal.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pemerintah tidak hanya mengandalkan penanganan sementara, tetapi juga memeriksa sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sumber air baku.

Salah satu kawasan yang akan diperiksa adalah Biyung yang berada sekitar tujuh kilometer dari Waduk Penepat.

Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi air di kawasan tersebut serta memastikan apakah wilayah itu terdampak intrusi air laut.

Pemeriksaan juga diperlukan untuk melihat kemungkinan kawasan Biyung dikembangkan sebagai salah satu sumber air baku alternatif bagi Pontianak.

Edi mengatakan sebagian sambungan air ke rumah warga masih mengandalkan air baku dari Sungai Kapuas.

Kondisi tersebut membuat pencarian sumber lain diperlukan apabila intrusi air laut berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Di sisi lain, langkah darurat tetap dilakukan dengan mendatangkan air tawar menggunakan tongkang.

Pada Minggu (20/9/2026), sekitar lima juta liter air tawar tiba di IPA Parit Mayor untuk mengisi reservoir air baku.

Dengan tambahan tersebut, lebih dari 10 juta liter air tawar dari Radak, Terentang telah dibawa ke Pontianak.

Selain pasokan air melalui tongkang, pemerintah juga menunggu unit mobile reverse osmosis atau RO dari Kementerian Pekerjaan Umum.

Peralatan tersebut direncanakan memperkuat produksi air bersih di wilayah Pontianak Utara.

“Ini adalah upaya-upaya jangka panjang. Kita tidak hanya menangani kondisi hari ini, tetapi juga mencari alternatif agar ke depan pelayanan air baku kita lebih kuat,” ujarnya.

Edi mengatakan berbagai pilihan disiapkan untuk menghadapi kondisi air baku yang belum stabil.

“Kita akan terus berupaya mencari alternatif supaya kebutuhan air masyarakat tetap bisa dilayani,” pungkasnya.

Pencarian sumber air baku baru tersebut dilakukan bersamaan dengan upaya mempertahankan produksi air bersih menggunakan sumber air yang masih tersedia.

Kondisi Sungai Kapuas menjadi salah satu pertimbangan utama karena sebagian sistem pelayanan air bersih Pontianak masih bergantung pada sungai tersebut.

“Kita akan terus upayakan. Yang jelas warga kota tetap mendapatkan layanan air, walaupun sekarang kondisinya memang belum nyaman,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, ketersediaan sumber air baku alternatif menjadi bagian dari pembahasan pelayanan air bersih Pontianak untuk jangka panjang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK