PKD Pontianak 2026 Jadi Ruang Pelajar Kenal Budaya, Diikuti 12 Sekolah dan 9 Sanggar
Faktakalbar.id - Pagelaran Kesenian Daerah (PKD) Kota Pontianak 2026 menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal, menampilkan, dan mengembangkan seni budaya daerah.
Faktakalbar.id - Pagelaran Kesenian Daerah (PKD) Kota Pontianak 2026 menjadi ruang bagi pelajar untuk mengenal, menampilkan, dan mengembangkan seni budaya daerah.
PKD 2026 melibatkan 12 sekolah dan sembilan sanggar di Pontianak serta digelar di Rumah Melayu Kalbar pada Rabu (30/9/2026).
Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan mengatakan kegiatan seni memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar hiburan.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam kegiatan seni dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya daerah.
“Melalui pagelaran kesenian daerah ini, berbagai potensi seni dan budaya yang ada di Kota Pontianak dapat digali dan dilestarikan, sekaligus diapresiasi oleh anak didik sebagai media pembentukan karakter,” ujarnya ketika membuka kegiatan di Rumah Melayu Kalbar, Rabu (30/9/2026).
Bahasan mengatakan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk sekolah, sanggar seni, masyarakat, dan pemerintah.
Ia menilai kegiatan seni juga dapat memberikan ruang positif bagi pelajar untuk mengembangkan bakat dan menyalurkan minat mereka.
“Dengan adanya ruang seperti ini, siswa memiliki tempat untuk berkarya, menyalurkan minat, dan menunjukkan kemampuan mereka,” ujarnya.
Bahasan berharap para peserta tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai ajang tampil, tetapi juga terus menjaga ketertarikan terhadap seni dan budaya daerah.
Ia juga mendorong pengembangan PKD agar memiliki unsur kompetisi dan penghargaan bagi peserta.
“Kalau hanya tampil tanpa ada prestasi yang bisa diraih, motivasinya tentu kurang. Tahun depan harus dicari solusi agar ada festival atau perlombaan sehingga anak-anak punya prestasi yang bisa dibanggakan,” jelasnya.
Bahasan turut mendorong agar PKD menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Pontianak sehingga peserta memiliki panggung yang lebih luas.
Ia menilai keberlanjutan kegiatan juga membutuhkan dukungan anggaran agar pelestarian seni dan budaya tidak berhenti pada kegiatan tahunan.
“Kehadiran pemerintah dalam menjaga kesenian dan kebudayaan daerah memang sudah menjadi keharusan. Kalau tidak kita rawat, saya khawatir ke depan bisa saja budaya daerah ini semakin hilang,” katanya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjaga keberadaan budaya daerah sekaligus membuka peluang lahirnya prestasi baru dari kalangan pelajar.
“Harapannya, budaya tetap hidup, generasi muda semakin mencintainya, dan dari sini juga lahir prestasi-prestasi baru,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.