faktakalbar

Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Dolar AS Tembus Rp 18.000

Rupiah Tertekan Usai Pengumuman Pengunduran Diri Pimpinan Bank Sentral

Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp 18.000 per dolar AS menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Monday, 27 July 2026 📖 1 menit
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Dolar AS Tembus Rp 18.000
Nilai tukar rupiah. (Dok.Ist)

Faktakalbar.id - Di tengah kabar pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI), nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tajam terhadap rupiah hingga kembali menembus level Rp 18.000.

Berdasarkan data Investing, Senin (27/7/2026) pukul 18.12 WIB, dolar AS melonjak 130,4 basis poin (0,73%) ke tingkat Rp 18.038. Data Google Finance juga mencatat posisi Dolar AS di level Rp 18.033, sementara data Bloomberg menunjukkan penguatan hingga level Rp 18.009.

Pelemahan nilai tukar rupiah ini terjadi bertepatan dengan pengumuman resmi terkait pengunduran diri Perry Warjiyo yang disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

"Bahwa per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri dari Gubernur Bank Indonesia kepada Bapak Presiden," ujar Prasetyo dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta Pusat.

Guna mengisi kekosongan pimpinan, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti ditunjuk untuk menjalankan seluruh wewenang sebagai Pejabat Gubernur Sementara BI. Destry menegaskan bahwa BI akan terus berfokus menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan nasional.

"Bank Indonesia akan selalu senantiasa memastikan keberlangsungan tugas dan wewenang untuk mencapai stabilitas nilai tukar rupiah, memelihara stabilitas sistem pembayaran, dan turut menjaga stabilitas sistem keuangan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegas Destry.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK