Perkuat Perlindungan Kelompok Rentan, Penerapan PUG Diselaraskan dengan Visi Kota Pontianak
Pelaksanaan verifikasi lapangan evaluasi pengarusutamaan gender di Kota Pontianak diselaraskan dengan pencapaian visi pembangunan daerah tahun 2025–2029, Jumat, 30 Oktober 2026.
Faktakalbar.id - Pelaksanaan verifikasi lapangan evaluasi pengarusutamaan gender di Kota Pontianak diselaraskan dengan pencapaian visi pembangunan daerah tahun 2025–2029, Jumat, 30 Oktober 2026.
Kegiatan verifikasi yang digelar di Pontive Center tersebut ditujukan untuk memperkuat perlindungan sosial dan akses pelayanan publik bagi seluruh warga.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menilai bahwa ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik.
Prinsip pengarusutamaan gender dipandang mendasar untuk menciptakan ruang kota yang aman, inklusif, dan ramah bagi kelompok rentan.
Amirullah mengutarakan, "Ketangguhan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan kita memastikan setiap warga merasa aman, dihargai, dilibatkan dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang."
Semangat kesetaraan gender tersebut juga sejalan dengan tema Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak yang mengusung tagline Pontianak Tangguh Bersahabat.
Kota yang bersahabat diartikan sebagai daerah yang mampu memberikan perlindungan serta menghadirkan keadilan dalam setiap tahap pembangunan.
Visi pembangunan jangka menengah Kota Pontianak mendorong terciptanya pelayanan publik yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.
Pemerintah kota berupaya memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta lansia dalam menerima manfaat pembangunan.
Amirullah menegaskan, "Data terpilah, analisis gender serta partisipasi masyarakat harus menjadi dasar agar setiap kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan warga."
Perangkat daerah diminta untuk menghadirkan inovasi pelayanan yang berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga perkotaan.
Verifikasi lapangan ini dimanfaatkan sebagai momentum penting untuk mengukur keakuratan data dan dampak nyata program lingkungan.
Pihak birokrasi berkomitmen menjadikan keadilan gender sebagai indikator utama keberhasilan pembangunan kemasyarakatan.
Amirullah menambahkan, "PUG harus menjadi budaya kerja pemerintah. Bukan hanya dilaksanakan ketika ada evaluasi, tetapi menjadi cara kita melihat setiap kebijakan dan pelayanan."
Hasil evaluasi tim verifikator diproyeksikan menjadi acuan strategis dalam merumuskan kebijakan anggaran yang berpihak pada kesetaraan.
Amirullah memungkas, "Semoga kegiatan ini menghasilkan evaluasi yang objektif dan dokumentasi yang bermanfaat bagi terwujudnya pembangunan Kota Pontianak yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan."
Integrasi nilai inklusif dalam tata kelola kota diharapkan mampu menciptakan keharmonisan sosial di tengah keberagaman warga Pontianak.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.