Penambangan Emas di Aliran Sungai Kapuas Kalbar Kembali Marak
KALBAR- Penambangan emas di aliran Sungai Kapuas kembali marak.Aktivitas pertambangan ilegal ini tampak kentara dan mudah dilihat,salah satunya di Kabupaten Sekadau.
Berdasarkan informasi yang diterima dari warga setempat, praktek PETI ini dipusatkan di aliran sungai Kapuas, tepatnya depan pasar Sepauk.Demikian dilansir faktakalbr.id dari Warta Pontianak.
Di Sepauk, terdapat setidaknya puluhan lanting PETI yang beroperasi, dan berjejer di bibir sungai. Aktivitas ini diperkirakan sudah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Dikhawatirkan, jika dibiarkan aktivitas PETI ini akan merusak ekosistem organisme yang ada di sungai, dan berdampak terhadap lingkungan sekitar.
*WALHI Kalbar Desak Pihak Berwenang Tertibkan Aktivitas PETI di Sungai
NGO intenasional yang merupakan bagian dari jaringan Friends of the Earth International (FoEI), yakni Walhi Kalbar Mendesak penertiban.
Walhi Kalbar secara tegas mendesak agar pihak berwenang segera menertibkan aktivitas PETI yang sangat berpotensi merusak lingkungan tersebut.
"Praktik tambang emas dengan cara mengekstraksi sumber daya lahan, menjadi salah satu sumber masalah serius lingkungan hidup di Kalbar. Terlebih Sungai Kapuas yang dikenal sebagai sungai terpanjang di Indonesia, karena sungai Kapuas merupakan urat nadi kehidupan warga dipesisir sungai selama ini," ujar Kepala Divisi Kajian dan Kampanye Walhi Kalbar Hendrikus Adam belum lama ini.
Adam menambahkan, ekstraksi sumber daya alam melalui penambangan pada badan maupun sekitar sungai akan melahirkan daya rusak, dan pencemaran lingkungan yang pada akhirnya akan dituai oleh masyarakat sekitar terutama para pengguna sungai.(rfk)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.