Pembangunan Rumah Betang Suku Seberuang Ensilat Dimulai Jadi Simbol Pelestarian Budaya Dayak di Kapuas Hulu
Faktakalbar.id - Pembangunan Rumah Betang Suku Seberuang Ensilat resmi dimulai di Desa Bongkong, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Sabtu.
Faktakalbar.id - Pembangunan Rumah Betang Suku Seberuang Ensilat resmi dimulai di Desa Bongkong, Kecamatan Silat Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, pada Sabtu.
Peletakan batu pertama fasilitas adat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan di lokasi pembangunan.
Pendirian Rumah Betang ini diproyeksikan menjadi pusat kegiatan pelestarian adat istiadat dan seni budaya masyarakat Dayak setempat.
Bangunan adat ini dirancang sebagai wadah utama dalam menjaga keberlanjutan tradisi leluhur agar tidak tergerus perkembangan zaman.
Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan menegaskan bahwa keberadaan Rumah Betang memiliki makna filosofis yang sangat mendalam bagi warga lokal.
“Rumah Betang bukan sekadar bangunan, melainkan simbol kehidupan, persaudaraan, kebersamaan, dan jati diri masyarakat Dayak,” kata Fransiskus Diaan.
Nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam struktur budaya adat tersebut diharapkan dapat diwariskan secara konsisten kepada generasi penerus.
Masyarakat adat Suku Seberuang Ensilat menyambut positif dimulainya proses konstruksi rumah kayu tradisional berskala besar tersebut.
Kehadiran fisik bangunan ini nantinya akan memperkuat identitas kebudayaan daerah di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu secara keseluruhan.
Pemerintah daerah mengapresiasi komitmen masyarakat dalam merawat warisan sejarah melalui sarana fisik kebudayaan.
Fasilitas ini disiapkan untuk menjadi pusat dokumentasi serta ruang ekspresi seni bagi para penggiat budaya lokal.
Seni tradisi dan ritual keagamaan adat diresmikan dapat terselenggara secara terpusat di area bangunan tersebut.
Keberadaan sarana budaya ini sekaligus mempertegas posisi Kapuas Hulu sebagai kawasan yang kaya akan kearifan lokal.
Proses pembangunan fisik rumah adat ini ditargetkan selesai sesuai dengan perencanaan teknis yang telah disepakati bersama.
Pelestarian nilai tradisi melalui pembangunan sarana fisik menjadi investasi sosial yang sangat penting bagi kemajuan daerah.
Generasi muda diajak untuk terlibat aktif dalam memanfaatkan fasilitas kebudayaan ini setelah proses pembangunan rampung sepenuhnya.
Dukungan seluruh elemen warga sangat dibutuhkan agar fungsi pelestarian budaya dapat berjalan dengan optimal di masa mendatang.
Penataan lingkungan di sekitar area rumah adat juga akan dilengkapi dengan sarana pendukung kegiatan masyarakat.
Dukungan infrastruktur ini diharapkan dapat mendorong daya tarik wisata budaya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.