faktakalbar

Orang Tua di Pontianak Minta Sekolah Kembali Tatap Muka di Tengah Kabut Asap

Faktakalbar.id - Sejumlah orang tua di Pontianak meminta kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih memengaruhi kualitas udara.

Penulis: Natash Saturday, 19 September 2026 📖 2 menit
Orang Tua di Pontianak Minta Sekolah Kembali Tatap Muka di Tengah Kabut Asap
Aktivitas warga di Pontianak saat kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah di tengah penerapan pembelajaran daring. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sejumlah orang tua di Pontianak meminta kegiatan belajar mengajar kembali dilakukan secara tatap muka meski kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih memengaruhi kualitas udara.

Keinginan tersebut muncul setelah pembelajaran daring masih diterapkan di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya stabil.

Keluhan orang tua antara lain berkaitan dengan aktivitas anak selama berada di rumah, pengawasan selama pembelajaran, serta kendala jaringan internet yang dapat mengganggu proses belajar.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono sebelumnya menyebut dirinya menerima sejumlah keluhan dari orang tua yang menginginkan pembelajaran kembali berlangsung di sekolah.

"Di awal kabut asap terjadi, saya banyak menerima protes dari orang tua murid yang menginginkan agar proses belajar mengajar di sekolah dilakukan daring saja. Sekarang sudah kita penuhi karena dasarnya melihat kondisi udara yang semakin buruk. Namun kini, saya malah banyak menerima protes dari orang tua murid yang menginginkan agar proses belajar mengajar dapat dilakukan tatap muka kembali. Alasannya macam-macam," ungkap Edi, Rabu (16/9).

Menurut Edi, kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan aspirasi orang tua setelah pembelajaran daring berlangsung beberapa waktu.

"Beberapa minggu ini saya banyak dapat protes agar anaknya bisa sekolah tatap muka. Alasannya macam-macam, ada yang bermain tidak ada yang mengawas, kemudian masalah jaringan internet dan lainnya," katanya.

Di sisi lain, pembelajaran tatap muka belum dapat langsung diberlakukan karena kondisi kualitas udara masih menjadi pertimbangan.

Pada 7 September 2026, sekolah di Pontianak masih menerapkan pembelajaran daring karena asap disebut masih tebal dan kualitas udara dinilai berbahaya meski hujan telah mengguyur sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut membuat pembukaan kembali sekolah secara tatap muka harus menunggu perkembangan kualitas udara.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Pontianak menetapkan pembelajaran jarak jauh ketika kualitas udara berada pada kategori yang tidak mendukung kegiatan belajar di sekolah, sedangkan pembelajaran tatap muka dapat kembali dilakukan ketika kualitas udara berada pada kategori sedang.

Dengan kondisi tersebut, orang tua masih harus menyesuaikan pola pengasuhan dan aktivitas anak selama pembelajaran berlangsung dari rumah.

Sementara itu, keputusan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka tetap berkaitan dengan perkembangan kualitas udara di Pontianak.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK