faktakalbar

Nasabah Bank Kalbar Diimbau Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Kenali Prosedur Resmi Undian Simpeda

Faktakalbar.id - Masyarakat pemilik rekening perbankan diimbau untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi dari ancaman tindak kejahatan siber.

Penulis: Wati Friday, 02 October 2026 📖 1 menit
Nasabah Bank Kalbar Diimbau Jaga Kerahasiaan Data Pribadi dan Kenali Prosedur Resmi Undian Simpeda
Peringatan perlindungan data pribadi dan prosedur keamanan perbankan untuk mengantisipasi modus penipuan undian Simpeda. (Dok. Bank Kalbar)

Faktakalbar.id - Masyarakat pemilik rekening perbankan diimbau untuk senantiasa menjaga kerahasiaan data pribadi dari ancaman tindak kejahatan siber.

Peringatan tersebut disampaikan menyusul maraknya upaya pencurian data perbankan yang berkedok pengundian hadiah Simpeda Bank Kalbar.

Data rahasia seperti nomor PIN ATM, PIN mobile banking, serta kode OTP menjadi target utama pencurian informasi.

Nasabah juga diingatkan untuk tidak membagikan nomor kartu ATM, kode CVV, maupun password aplikasi perbankan milik mereka.

Pihak bank menegaskan tidak pernah meminta data transaksi rahasia nasabah melalui saluran pesan singkat atau tautan.

"Bank RESMI tidak pernah meminta: Transfer uang 'biaya pajak/admin', meminta Sebutkan PIN, OTP, password, Klik link tidak jelas," tegas pihak Bank Kalbar.

Masyarakat diminta untuk segera mengabaikan permintaan data sensitif dari pihak luar yang mengaku sebagai pengelola undian.

Fakta resmi menunjukkan bahwa pemenang undian Simpeda asli tidak dipungut biaya apa pun dalam bentuk apa pun.

Acara pengundian resmi diselenggarakan secara terbuka dengan kesaksian pihak Kepolisian, Notaris, serta Dinas Sosial setempat.

Pihak bank akan menghubungi pemenang secara langsung atau menyampaikannya melalui saluran komunikasi resmi lembaga keuangan tersebut.

Nasabah yang menemukan aktivitas mencurigakan disarankan untuk segera melapor ke kantor cabang Bank Kalbar terdekat.

Edukasi kerahasiaan data ini penting disebarluaskan kepada kerabat agar terhindar dari potensi kerugian finansial akibat penipuan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK