Mulai dari Dugaan Masalah Proyek Kopdes di Batu Layang Tak Kunjung Beroperasi, Hingga Keluhan Warga Mulai Terkuak
Faktakalbar.id - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Jalan Kebangkitan Nasional terbengkalai di tengah persoalan pembayaran pekerja, kontraktor yang diduga membawa kabur dana proyek, fasilitas bangunan yang hilang, serta lokasi yang di…
Faktakalbar.id - Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) di Jalan Kebangkitan Nasional terbengkalai di tengah persoalan pembayaran pekerja, kontraktor yang diduga membawa kabur dana proyek, fasilitas bangunan yang hilang, serta lokasi yang dinilai kurang strategis oleh warga.
Pembangunan Kopdes yang dimulai pada 2026 tersebut hingga kini belum dapat dimanfaatkan secara optimal. Bangunan yang belum selesai membuat warga mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut.
Subiri (nama samaran), yang mengaku sebagai kepala tukang, mengatakan dirinya belum menerima dana yang seharusnya menjadi haknya setelah mengerjakan pembangunan Kopdes.
“Saya sebagai kepala tukang belum menerima pembayaran yang menjadi hak saya,” kata Subiri.
Subiri mengungkapkan persoalan pembayaran tersebut terjadi setelah muncul masalah dengan pihak kontraktor. Warga setempat menduga kontraktor membawa kabur dana proyek sehingga pembangunan akhirnya terbengkalai.
“Informasinya kontraktor membawa dana proyek, sementara kami yang bekerja belum mendapatkan hak kami,” ujar Subiri.
Warga lainnya, Sani (nama samaran), menyoroti fasilitas bangunan yang kini tidak lagi lengkap. Ia mengatakan AC yang sebelumnya terpasang di bagian depan bangunan sudah tidak terlihat.
“AC yang dipasang di bagian depan sekarang sudah hilang, entah ke mana,” ujar Sani.
Sani berharap pemerintah dan pihak terkait segera memastikan kondisi aset Kopdes agar bangunan yang telah menghabiskan anggaran tersebut tidak semakin terbengkalai.
Sementara itu, Pak Aca (nama samaran) warga lokal setempat menilai pembangunan Kopdes di lokasi tersebut perlu dievaluasi karena letaknya dinilai kurang strategis untuk menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kalau melihat lokasinya, menurut saya kurang strategis untuk dijadikan pusat kegiatan Kopdes,” ujar Aca.
Aca menjelaskan lokasi tersebut memiliki sejarah penggunaan yang cukup panjang. Pada era 1990-an, kawasan itu pernah digunakan sebagai puskesmas pembantu untuk wilayah Transad 3.
Sekitar 2020 hingga 2025, lokasi tersebut kemudian dimanfaatkan sebagai taman khusus lansia yang disebut dipelopori Tokopedia. Pada 2026, kawasan itu mulai digunakan untuk pembangunan Kopdes Merah Putih.
Warga berharap pemerintah dan pihak terkait memberikan kejelasan mengenai kelanjutan pembangunan, pembayaran hak pekerja, dugaan dana proyek yang dibawa kontraktor, serta kondisi fasilitas Kopdes agar bangunan tersebut dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.