Merchant QRIS Pontianak Tumbuh, UMKM Makin Masuk Ekonomi Digital
Faktakalbar.id - Jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Kota Pontianak mencapai 186.753 pada 2025, atau tumbuh 12,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku UMKM.
Faktakalbar.id - Jumlah merchant yang menggunakan QRIS di Kota Pontianak mencapai 186.753 pada 2025, atau tumbuh 12,89 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring meningkatnya penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat dan pelaku UMKM.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menilai pertumbuhan tersebut menunjukkan transaksi non-tunai semakin diterima dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
“Digitalisasi UMKM harus terus kita dorong. QRIS bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga bagian dari upaya memperluas akses keuangan dan meningkatkan literasi pelaku usaha,” ujarnya usai acara puncak Pekan QRIS Nasional Kalbar di Jalan Diponegoro Pontianak, Minggu (16/8/2026).
Data Pemerintah Kota Pontianak mencatat jumlah merchant QRIS pada 2025 mencapai 186.753 unit.
Angka tersebut meningkat 12,89 persen secara tahunan dan menjadi bagian dari perkembangan ekosistem pembayaran digital di Kota Pontianak.
“Pertumbuhan merchant QRIS ini menunjukkan masyarakat dan pelaku usaha semakin terbiasa dengan transaksi digital,” katanya.
Dalam lima tahun terakhir, jumlah merchant QRIS di Pontianak bertambah rata-rata 28.154 merchant setiap tahun.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku usaha yang mulai menggunakan sistem pembayaran digital dalam menjalankan transaksi.
Menurut Edi, penggunaan QRIS juga memiliki dampak terhadap perkembangan UMKM karena transaksi digital dapat membantu pelaku usaha masuk ke dalam ekosistem keuangan yang lebih formal.
“Semakin banyak pelaku UMKM yang masuk ke sistem pembayaran digital, semakin besar peluang mereka untuk berkembang, tercatat, dan mendapat akses pembiayaan,” jelasnya.
Pemkot Pontianak sebelumnya menjalankan sejumlah program untuk mendorong penggunaan QRIS di kalangan pelaku usaha.
Program tersebut meliputi sosialisasi QRIS, pelatihan pencatatan keuangan digital, serta pengembangan pembayaran digital untuk pajak dan retribusi melalui sistem e-Ponti.
Pemerintah kota juga melakukan monitoring dan evaluasi serta berkoordinasi dengan Satgas Percepatan Digitalisasi Daerah dan penyedia jasa sistem pembayaran.
Edi mengatakan peningkatan penggunaan pembayaran digital perlu diikuti dengan penguatan literasi keuangan bagi pelaku UMKM.
Menurut dia, pemahaman terhadap layanan keuangan digital penting agar penggunaan QRIS tidak hanya berhenti pada transaksi pembayaran.
Pekan QRIS Nasional Kalimantan Barat diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah, Bank Indonesia, perbankan, penyedia jasa sistem pembayaran dan pelaku UMKM.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperluas penggunaan transaksi digital sekaligus membuka akses keuangan bagi lebih banyak pelaku usaha.
“Tujuan akhirnya adalah pelayanan lebih mudah, transaksi lebih aman, UMKM semakin maju, dan ekonomi Kota Pontianak semakin kuat,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.