faktakalbar

MASIHKAH KITA LAPAR?

Penulis: Redaksi Tuesday, 19 August 2025 📖 1 menit
MASIHKAH KITA LAPAR?
OPINI - Kita Masih Lapar di Antara Hamparan Padi yang Menguning? Hamparan padi menguning membentang luas di depan mata. Bulir-bulirnya menunduk, seakan memberi tanda bahwa tanah kita masih subur, tangan petani masih setia bekerja. Namun, di balik keindahan itu, ada ironi yang belum selesai kita jawab: kita masih lapar di negeri yang konon gemah ripah loh jinawi. Baca Juga: Menjaga Hutan Kalbar, Menjemput Insentif Iklim yang Adil dan Berkelanjutan Petani, yang seharusnya menjadi penyangga ketahanan pangan, justru kerap berjalan di jalan sempit. Bibit unggul belum merata sampai ke tangan mereka. Pupuk yang layak dan cukup sering hanya jadi wacana, bukan kepastian. Harga gabah tak sebanding dengan peluh yang menetes setiap hari. Kita masih lapar bukan semata karena kurangnya padi, tetapi karena sistem yang tak kunjung adil bagi petani. Mereka yang memberi makan bangsa, justru seringkali kesulitan mengisi dapurnya sendiri. Jika hamparan padi yang menguning hanya jadi pemandangan, tanpa keberpihakan pada petani, maka perut bangsa ini akan terus menanggung lapar yang panjang. Baca Juga: Merawat Pancasila, Merawat Kalbar: Refleksi Pelantikan DPD IKAL Kalimantan Barat Masa Bakti 2025–2030 Oleh: Mei Purwowidodo *Disclaimer: Tulisan ini adalah opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan serta kebijakan redaksi Faktakalbar.id. Seluruh isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK