Pendiri Bukan Untuk Menghancurkan UNU Kalbar, Tetapi Menjaga dan Menyelamatkan Masa Depannya
OPINI - Sangat keliru apabila ada pihak yang berpandangan bahwa pendiri ingin menghancurkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat. Justru sebaliknya, pendiri memiliki tanggung jawab moral, historis, dan organisatoris untuk menjaga keberlangsungan serta kehormatan institusi yang telah dibangun dengan perjuangan panjang.
OPINI - Sangat keliru apabila ada pihak yang berpandangan bahwa pendiri ingin menghancurkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat. Justru sebaliknya, pendiri memiliki tanggung jawab moral, historis, dan organisatoris untuk menjaga keberlangsungan serta kehormatan institusi yang telah dibangun dengan perjuangan panjang.
UNU Kalbar bukan lahir begitu saja. Ada sejarah, pengorbanan, pemikiran, dan perjuangan para pendiri sejak awal proses pendirian hingga memperoleh izin operasional pada 17 Oktober 2014. Karena itu, ketika muncul persoalan dalam tata kelola kampus, suara kritis pendiri bukanlah bentuk permusuhan, apalagi upaya menghancurkan lembaga, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan UNU Kalbar.
Kami tidak sedang mempersoalkan keberadaan seseorang, tetapi mempertanyakan tata kelola, integritas kepemimpinan, dan pelaksanaan tanggung jawab institusi. Ketika muncul keresahan mahasiswa, keluhan dosen, dan persoalan internal kampus, maka evaluasi harus dilakukan secara terbuka, objektif, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Perlu dipahami, mengkritik kepemimpinan bukan berarti memusuhi lembaga. Mengingatkan bukan berarti merusak, dan meminta evaluasi bukan berarti ingin mengambil alih kekuasaan.
Kami ingin UNU Kalbar tumbuh menjadi perguruan tinggi yang bermartabat, profesional, berintegritas, serta menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat dan Nahdlatul Ulama.
Sebab, pendiri tidak berjuang selama bertahun-tahun untuk menyaksikan UNU Kalbar mengalami kemunduran. Pendiri berjuang agar universitas ini tetap berdiri kokoh, berkembang, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
UNU Kalbar harus diselamatkan dari tata kelola yang bermasalah, bukan diseret ke dalam konflik kepentingan. Menjaga UNU adalah tanggung jawab bersama, dan pendiri tidak boleh diam ketika masa depan lembaga dipertaruhkan.
Oleh: Dr.Jasmin Haris. M. M. p sebagai Pendiri UNU Kalbar
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.