Kue, Buah, dan Sholawatan: Adat Tradisi Cocokan di Bulan Maulid
OPINI - Dalam Menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat mengenal tradisi cocokan, yakni membawa kue dan buah-buahan untuk dinikmati bersama. Tradisi ini menjadi bagian dari kebersamaan dalam menyambut kelahiran Baginda Rasulullah. Cocokan…
OPINI - Dalam Menyambut bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, masyarakat mengenal tradisi cocokan, yakni membawa kue dan buah-buahan untuk dinikmati bersama. Tradisi ini menjadi bagian dari kebersamaan dalam menyambut kelahiran Baginda Rasulullah.
Cocokan bukan sekadar membawa makanan, tetapi juga mengandung semangat berbagi, bersedekah, dan mempererat silaturahmi. Sederhana, namun memiliki makna sosial yang kuat.
Tradisi ini biasanya diiringi selawat dan doa sebagai ungkapan cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Nilai keagamaan dan budaya pun berpadu dalam satu kegiatan masyarakat.
Karena itu, cocokan patut dijaga sebagai warisan tradisi selama tetap sejalan dengan nilai-nilai Islam. Dari kue, buah, dan selawat, tumbuh kebersamaan sekaligus kecintaan kepada Rasulullah.
Oleh : Faisal Al-Banjari S.Sos.M.Pd
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.