KSOP Buka Suara, Bantah Tuduhan Paksa KM Niaga Bahari Melintas di Luar Jadwal
PONTIANAK– Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak akhirnya memberikan klarifikasi terkait insiden kandasnya kapal pengangkut logistik, KM Niaga Bahari yang terjadi Minggu lalu tepatnya, Rabu (4/9).
Isu ini menjadi sorotan setelah beberapa pihak menuding KSOP memaksa kapal tersebut untuk melintas di luar jadwal yang seharusnya, menyebabkan keterlambatan evakuasi dan terganggunya siklus jalur pelayaran disekitar muara Jungkat.
Tersendatnya proses evakuasi KM Niaga Bahari menyebabkan banyak kapal lain harus menunda perjalanannya, yang berdampak pada terganggunya arus distribusi logistik. Namun, Humas KSOP menegaskan bahwa tidak ada upaya pemaksaan bagi kapal tersebut untuk melintas di luar waktu yang aman.
“Tidak ada pemaksaan yang terjadi. Berdasarkan jadwal, KM Niaga Bahari melintas dengan aman saat kondisi air pasang memadai,” jelas Humas KSOP pada Jumat (13/9).
KSOP juga menjelaskan bahwa wilayah di sekitar BUOY 3 memang dikenal memiliki karakteristik perairan yang menyempit dan lebih dangkal. Saat KM Niaga Bahari dalam perjalanan, terjadi penurunan ketinggian air sungai yang tidak terprediksi, menyebabkan kapal tersebut akhirnya kehabisan air dan kandas di lokasi.
“Kami sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat, namun penurunan air yang mendadak saat kapal melintas menyebabkan situasi ini. Ini adalah risiko yang tidak bisa sepenuhnya dihindari, meskipun semua pihak sudah mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik,” tambahnya.
Menanggapi lambatnya proses evakuasi yang menyebabkan terhambatnya pergerakan kapal lain, KSOP menegaskan bahwa proses tersebut sejatinya tidak memerlukan waktu lama. "Evakuasi kapal sebenarnya hanya membutuhkan waktu dua hari. Jika tidak ada kendala tambahan, distribusi logistik dan aktivitas pelayaran ini sudah bisa kembali berjalan normal dalam waktu singkat," katanya.
KSOP juga meminta masyarakat dan para pihak yang terlibat untuk memahami kompleksitas situasi di perairan, serta menghargai upaya bersama dalam menyelesaikan permasalahan ini. Mereka menegaskan bahwa keselamatan kapal dan muatannya adalah prioritas utama, dan keputusan yang diambil selama insiden berlangsung telah mempertimbangkan aspek keamanan dan operasional.(ro).
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.