Kronologi Kecelakaan Toyota dan Yamaha Freego di Sanggau, Pengendara Motor Tewas
Faktakalbar.id - Kecelakaan Toyota KB 8849 UL dan Yamaha Freego KB 6007 UY terjadi di depan Gedung Balai Betomu Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (30/9/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.24 WIB di Kecamatan Kapuas, Kabupaten San…
Faktakalbar.id - Kecelakaan Toyota KB 8849 UL dan Yamaha Freego KB 6007 UY terjadi di depan Gedung Balai Betomu Sanggau, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (30/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.24 WIB di Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.
Toyota dikemudikan W (21), warga Dusun Sungai Mawang, Desa Sungai Mawang.
Sementara Yamaha Freego dikendarai SS (67), warga Dusun Tanjung Ubgan, Desa Bereng Bekawat, Kecamatan Beduwai.
Informasi awal menyebut Toyota bergerak dari arah Sekadau menuju Sanggau.
Kendaraan tersebut kemudian melintas di Jalan Jenderal Sudirman hingga tiba di depan Gedung Balai Betomu.
Pada saat yang sama, Yamaha Freego yang dikendarai SS sedang menyeberang jalan dari arah berlawanan.
Sepeda motor tersebut disebut sudah berada di jalur kiri ketika kedua kendaraan berada dalam jarak dekat.
Pengemudi Toyota kemudian tidak sempat menghindari sepeda motor sehingga terjadi tabrakan.
Benturan menyebabkan SS mengalami luka berat pada bagian perut dan patah kaki.
SS kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami luka akibat kecelakaan tersebut.
Pengemudi Toyota tidak mengalami luka dalam peristiwa tersebut.
Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung mendatangi lokasi kecelakaan.
Petugas mengamankan lokasi dan mengatur kondisi sekitar agar penanganan dapat dilakukan.
Polisi juga mengumpulkan keterangan dari pengendara dan saksi yang berada di sekitar lokasi.
Kedua kendaraan yang terlibat diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.
Kasat Lantas Polres Sanggau Iptu Andiet Tri Hatmojo mengatakan penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan serta pengumpulan informasi.
“Begitu menerima informasi, personel langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan awal. Kami mengamankan TKP, mendata pengendara dan saksi, serta menjaga lokasi agar proses olah tempat kejadian perkara dapat dilakukan secara optimal,” ujarnya.
Andiet juga mengingatkan pengendara agar berhati-hati ketika melakukan manuver atau menyeberang jalan.
“Keselamatan harus menjadi perhatian setiap pengguna jalan. Sebelum menyeberang maupun melakukan perubahan arah, pastikan kondisi jalan benar-benar aman dan perhitungkan jarak kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Jangan mengambil keputusan secara terburu-buru karena risikonya dapat berakibat fatal,” tegasnya.
Kepolisian masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan faktor dan rangkaian kecelakaan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.