Kritik Kekayaan Alam yang Belum Dirasakan Warga, Krisantus Tuntut Optimalisasi Potensi Daerah
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam saat membuka kompetisi Fatmawati Trophy 2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/7/2026).
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan sumber daya alam saat membuka kompetisi Fatmawati Trophy 2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Sabtu (18/7/2026).
Dalam acara kebudayaan yang dihadiri perwakilan dari tiga provinsi tersebut, Krisantus mengingatkan para pejabat publik untuk fokus pada optimalisasi potensi daerah.
Kemampuan aparatur negara dalam berinovasi dinilai menjadi faktor penentu utama bagi peningkatan kualitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Daerah saat ini dituntut mampu berinovasi dan berkreasi. Sumber daya alam yang kita miliki harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Ia mengingatkan jajaran pemerintahan dan legislatif untuk senantiasa mengimplementasikan asas keadilan sosial yang dipelopori oleh Sukarno.
Aturan mengenai pemanfaatan hak kekayaan alam secara konstitusional wajib merujuk secara ketat pada amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Bumi, air, dan seluruh kekayaan alam harus dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Itu adalah amanat konstitusi yang harus terus kita perjuangkan bersama,” tegasnya.
Krisantus secara terbuka mengkritik masih banyaknya kekayaan komoditas mentah daerah yang belum dikonversi menjadi keuntungan riil bagi masyarakat setempat.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat dituntut aktif mengawal jalannya roda perekonomian agar tidak terjadi monopoli usaha yang merugikan publik.
Di hadapan para delegasi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, ia juga memperkenalkan keunggulan sektor pariwisata kuliner kota khatulistiwa.
“Selamat datang di Kalimantan Barat. Pontianak memang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa yang panas, tetapi kami juga memiliki kekayaan kuliner, budaya, dan keramahan masyarakat yang menjadi kebanggaan daerah ini,” ujarnya.
Melalui momentum kompetisi regional ini, agenda optimalisasi potensi daerah diharapkan tidak hanya menyasar sektor industri makro melainkan juga UMKM kreatif.
Pemerintah provinsi berharap kegiatan ini sukses melahirkan desainer terbaik yang mampu membawa nama harum regional di tingkat nasional.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.