faktakalbar

KM Niaga Bahari Kandas, Diduga Akibat Oknum Pejabat KSOP Paksa Melintas

Penulis: Redaksi Friday, 06 September 2024 📖 1 menit
KM Niaga Bahari Kandas, Diduga Akibat Oknum Pejabat KSOP Paksa Melintas

PONTIANAK- Insiden kandasnya KM Niaga Bahari di BUOY 3, Muara Jungkat, alur menuju Sungai Kapuas, memicu kontroversi setelah diduga adanya intervensi dari pejabat Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Pontianak.

Kapal logistik dengan panjang 80 meter dan draf 5,8 meter itu disinyalir dipaksa melintas untuk masuk ke Sungai Kapuas dan sandar di Pelabuhan Dwikora Pontianak, pada Rabu (4/9), meski kedalaman air saat itu tidak memadai, menyebabkan kapal kandas dan mengganggu arus lalu lintas kapal lain.

Sumber yang enggan disebutkan namanya menyatakan pejabat KSOP setingkat Kepala Seksi inisial (SH), diduga memerintahkan pihak kapal tersebut untuk berlayar sebelum waktu yang tepat.

Menurut jadwal, kapal baru bisa melintas aman antara 13-14 September 2024 saat kondisi air pasang memadai. Tindakan ini dianggap gegabah dan melanggar prosedur standar keselamatan navigasi.

Hingga kini, KSOP belum memberikan keterangan resmi terkait insiden ini, meskipun sudah beberapa kali dihubungi. Kandasnya KM Niaga Bahari telah memicu kerugian operasional yang signifikan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan operator kapal logistik lainnya. Para pengusaha pelayaran mendesak transparansi dan penyelidikan mendalam atas dugaan intervensi ini.

Insiden ini menyoroti potensi risiko keselamatan dan keamanan di jalur pelayaran Sungai Kapuas, serta menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang terlibat. Masyarakat dan pelaku usaha berharap agar ada tindakan tegas untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, guna menjaga keselamatan dan kelancaran operasional di perairan tersebut. (R-69).


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK