Khatulistiwa Boxing Club Pontianak Raih Enam Medali di Kejurnas Tinju Amatir 2026
Faktakalbar.id - Khatulistiwa Boxing Club (KBC) Pontianak membawa pulang enam medali dari Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2026 Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK). Kontingen asal Kalimantan Barat itu mera…
Faktakalbar.id - Khatulistiwa Boxing Club (KBC) Pontianak membawa pulang enam medali dari Kejuaraan Nasional Tinju Amatir 2026 Piala Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK). Kontingen asal Kalimantan Barat itu meraih satu medali emas, empat perak, dan satu perunggu dalam kejuaraan yang berlangsung di Pluit Village Mall, Jakarta, pada 19–25 Oktober 2026.
Medali emas dipersembahkan Gilang Akbar yang bertanding di kategori Elite Putra kelas 71 kilogram. Sementara itu, empat medali perak diraih M. Ramadhan Rhay Khan, Alinda, Rey Pratama Brajamusti, dan Hilya Zehavi Kyranie.
Ramadhan meraih perak di kategori Youth Putra kelas 63 kilogram. Alinda mendapat medali perak di kategori Youth Putri kelas 54 kilogram. Adapun Rey meraih perak di kategori Junior Putra kelas 63 kilogram, sedangkan Hilya mendapatkannya di kategori Junior Putri kelas 57 kilogram.
Satu medali perunggu disumbangkan Rifki Akbar yang bertanding di kategori Elite Putra kelas 51 kilogram.
Ketua Khatulistiwa Boxing Club Pontianak, H. Baihaqi Hendri, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil perjuangan atlet dan proses pembinaan yang dijalankan klub.
“Enam medali ini menjadi kebanggaan bagi kami. Atlet-atlet KBC sudah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di tingkat nasional. Namun, prestasi ini harus menjadi awal untuk meningkatkan kualitas pembinaan, bukan justru membuat kami cepat berpuas diri,” kata Baihaqi.
Menurut dia, potensi atlet tinju di Kalimantan Barat perlu mendapat dukungan yang lebih serius agar mampu berkembang dan bersaing dalam kompetisi yang lebih tinggi.
Baihaqi berharap pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap pembinaan olahraga tinju, mulai dari persiapan atlet, peningkatan kualitas pelatih, hingga kesempatan mengikuti kejuaraan secara rutin.
“Kalau Kalimantan Barat ingin berbicara banyak di Pekan Olahraga Nasional atau PON mendatang, persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Atlet tidak bisa hanya mengandalkan semangat dan kemampuan sendiri. Mereka membutuhkan pembinaan yang berkelanjutan serta dukungan yang memadai,” ujarnya.
Ia menilai, prestasi di tingkat nasional semestinya menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak yang berkepentingan dalam pengembangan olahraga di daerah.
Menurut Baihaqi, keberhasilan atlet meraih medali perlu diikuti dengan program pembinaan yang terarah. Tanpa persiapan jangka panjang dan kesempatan bertanding yang cukup, potensi atlet berisiko tidak berkembang secara optimal.
Hasil Kejurnas Tinju Amatir 2026 juga memperlihatkan bahwa KBC Pontianak memiliki atlet potensial dari berbagai kelompok usia, mulai dari kategori junior dan youth hingga elite.
Capaian tersebut menjadi modal bagi klub untuk mempersiapkan atlet menghadapi kejuaraan berikutnya. Di sisi lain, dukungan pemerintah daerah, pelatih, dan pemangku kepentingan olahraga tetap diperlukan agar prestasi yang diraih tidak berhenti pada satu kompetisi.
Bagi KBC Pontianak, enam medali dari Jakarta bukan sekadar catatan kemenangan, melainkan juga tantangan untuk mempertahankan prestasi dan membuka peluang bagi petinju Kalimantan Barat bersaing di tingkat nasional.
(DHN)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.