Kemarau Panjang dan Asap Karhutla, 401 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
Faktakalbar.id - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mencapai 401 kasus dalam periode 1-10 Agustus 2026 di tengah kondisi kemarau panjang dan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Faktakalbar.id - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, mencapai 401 kasus dalam periode 1-10 Agustus 2026 di tengah kondisi kemarau panjang dan paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara menunjukkan jumlah tersebut setara dengan rata-rata 40,1 kasus ISPA setiap hari selama 10 hari pertama Agustus.
Kasus harian tertinggi tercatat pada hari kelima dengan 61 kasus, disusul 60 kasus pada hari keenam dan hari kesepuluh.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Kayong Utara, Fransiska Wardiani, menyebut memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla menjadi salah satu kondisi yang perlu diperhatikan.
"Kondisi tersebut tidak terlepas dari memburuknya kualitas udara akibat asap karhutla."
Situasi tersebut menjadi perhatian karena kemarau panjang dapat meningkatkan potensi terjadinya karhutla dan membuat masyarakat lebih sering terpapar asap.
Paparan asap juga menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai ketika jumlah kasus ISPA mengalami peningkatan di sejumlah wilayah pelayanan kesehatan.
Data menunjukkan Puskesmas Sukadana menjadi wilayah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, yakni 78 kasus selama periode tersebut.
Puskesmas Teluk Batang berada di urutan berikutnya dengan 65 kasus, kemudian Sungai Paduan sebanyak 64 kasus, Teluk Melano 52 kasus, dan Siduk 43 kasus.
Fransiska mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika kualitas udara mulai dipengaruhi asap karhutla.
Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.
Peningkatan kasus ISPA di Kayong Utara menjadi perhatian di tengah kondisi cuaca kering yang masih berlangsung, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan paparan asap.
Dengan jumlah mencapai 401 kasus dalam 10 hari, perkembangan kasus ISPA di Kayong Utara perlu terus dipantau seiring potensi munculnya karhutla selama musim kemarau.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.