Kemarau dan Debit Sungai Kapuas Turun, Truk TBS Mengantre di PKS Sekadau
Faktakalbar.id - Antrean truk bermuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjadi di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (25/9/2026).
Faktakalbar.id - Antrean truk bermuatan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit terjadi di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) di Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (25/9/2026).
Antrean tersebut terjadi saat kemarau panjang berdampak pada penurunan debit Sungai Kapuas yang menjadi salah satu jalur distribusi crude palm oil (CPO) dari sejumlah pabrik.
Penurunan debit sungai membuat distribusi CPO melalui jalur air mengalami hambatan.
Kondisi itu kemudian berdampak pada kapasitas tangki penampungan CPO di sejumlah pabrik yang menjadi lebih cepat penuh.
Perusahaan kemudian mengurangi aktivitas pengolahan sehingga truk pengangkut TBS harus menunggu lebih lama untuk mendapat giliran bongkar.
Sejumlah truk terlihat mengantre di kawasan PKS PT Permata Hijau Sarana (PHS), PT Makmur Prima Lestari (MPL), dan PT Multi Jaya Perkasa (MJP).
Kondisi antrean tersebut menjadi perhatian saat personel Sat Samapta Polres Sekadau melakukan patroli di kawasan Kecamatan Sekadau Hilir.
Kasat Samapta Polres Sekadau Iptu Insan Malau mengatakan kondisi antrean perlu disikapi dengan tertib agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan.
“Kami mengimbau para sopir tetap tertib mengantre dan mengikuti aturan yang sudah dibuat pihak perusahaan. Kondisi seperti ini perlu disikapi dengan sabar agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan,” kata Iptu Malau, Sabtu (26/9).
Selain persoalan antrean, kondisi distribusi juga menjadi perhatian karena berkaitan dengan aktivitas pengangkutan TBS dari masyarakat.
Pihak kepolisian turut mengingatkan perusahaan agar tetap memperhatikan TBS yang berasal dari masyarakat di sekitar Kabupaten Sekadau.
Komunikasi antara perusahaan, sopir, dan petani menjadi penting selama aktivitas bongkar muat belum berlangsung seperti kondisi normal.
“Kita berharap semua pihak bisa saling memahami kondisi yang terjadi. Semoga hujan segera turun sehingga debit sungai kembali normal dan aktivitas pengangkutan serta pengolahan kelapa sawit dapat berjalan lebih lancar,” ujar Iptu Malau.
Penurunan debit Sungai Kapuas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kelancaran distribusi CPO melalui jalur air.
Jika kondisi tersebut berlangsung, aktivitas pengolahan di pabrik dapat ikut terdampak karena kapasitas penampungan CPO memiliki keterbatasan.
Sementara itu, truk pengangkut TBS dari masyarakat tetap membutuhkan kepastian waktu untuk melakukan pembongkaran.
Kondisi tersebut membuat antrean kendaraan menjadi lebih panjang di sejumlah PKS di Kecamatan Sekadau Hilir.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.