Karhutla Ketapang Belum Padam: 350 Hektare Lahan Terbakar, Api Sembunyi di Kedalaman 9 Meter
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan gambut yang melanda kawasan Transmigrasi TR3 Desa Sungai Besar Kabupaten Ketapang hingga kini belum sepenuhnya padam.
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan gambut yang melanda kawasan Transmigrasi TR3 Desa Sungai Besar Kabupaten Ketapang hingga kini belum sepenuhnya padam.
Bencana yang terdeteksi sejak 1 Agustus 2026 tersebut telah menghanguskan sekitar 350 hektare area pertanian warga hingga perkebunan mandiri.
Karakteristik tanah gambut dengan kedalaman mencapai sembilan meter menjadi pemicu utama sulitnya memadamkan bara api di bawah permukaan.
Kepulan asap pekat masih terus membubung dari bawah tanah akibat kondisi cuaca kering dan kemarau panjang di wilayah Kalimantan Barat.
"Kondisi saat ini di Desa Sungai Besar memang masih ditemukan beberapa titik api aktif yang berpotensi membesar. Asap juga masih membubung di beberapa titik, yang sewaktu-waktu bisa kembali memicu api," kata Ketua Masyarakat Peduli Api Desa Sungai Besar Masturi.
Titik awal mula api diketahui berasal dari kawasan lahan milik warga transmigran sebelum akhirnya meluas ke area Lahan Usaha satu dan dua.
Potensi kemunculan kobaran api susulan masih sangat tinggi apabila embusan angin kencang melintasi area yang kekeringan tersebut.
Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau membuat para petugas di lapangan harus berjalan kaki cukup jauh sambil membawa mesin pemadam portabel.
Minimnya pasokan air di sekitar titik kebakaran turut memperlambat proses pengaliran air ke pusat bara api di dalam gambut.
Penanganan darurat di lokasi kejadian kini mengandalkan guyuran hujan deras untuk memadamkan seluruh potensi bara tanah secara permanen.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.