Karhutla Ganggu Penerbangan, 1.070 Penumpang Terdampak
Dampak karhutla dan cuaca buruk menyebabkan tujuh penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dibatalkan. Sebanyak 1.070 penumpang terdampak.
Faktakalbar.id - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kondisi cuaca buruk mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sebanyak tujuh penerbangan dibatalkan dan berdampak pada 1.070 penumpang.
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, mengatakan pembatalan tersebut tercatat dalam data operasional pada Senin (12/10/2026). Kondisi cuaca di sejumlah daerah tujuan menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan demi menjaga keselamatan penerbangan.
“Data operasional pada 12 Oktober 2026, tercatat tujuh penerbangan mengalami pembatalan dengan total 1.070 penumpang terdampak,” kata Ruly dalam keterangan tertulis yang diterima di Makassar, Selasa (13/10/2026).
Empat Rute Penerbangan Terdampak
Tujuh penerbangan yang dibatalkan melayani empat rute dari Makassar, yakni menuju Sorong, Ambon, Ternate, dan Mamuju.
Rinciannya terdiri atas tiga penerbangan rute Makassar–Sorong, satu penerbangan Makassar–Ambon, dua penerbangan Makassar–Ternate, serta satu penerbangan Makassar–Mamuju.
Pembatalan tersebut melibatkan maskapai Lion Air, Sriwijaya Air, dan Wings Air. Gangguan terjadi ketika kondisi cuaca di sejumlah wilayah tujuan tidak memungkinkan penerbangan berjalan sesuai jadwal.
Manajemen bandara terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan maskapai serta pihak terkait untuk memastikan operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.
Penumpang Bisa Mengajukan Refund dan Reschedule
Untuk menangani penumpang yang terdampak, pengelola bandara berkoordinasi dengan maskapai guna menyediakan alternatif penanganan sesuai kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Pilihan tersebut meliputi pengembalian dana tiket atau refund, penjadwalan ulang penerbangan atau reschedule, serta penyediaan area istirahat bagi penumpang yang harus menunggu kepastian perjalanan.
Selain dengan maskapai, pihak bandara juga berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi cuaca sebagai bahan pemantauan dan pertimbangan operasional penerbangan.
Manajemen bandara menegaskan bahwa keselamatan penumpang dan awak pesawat tetap menjadi prioritas dalam menghadapi kondisi cuaca yang berpotensi mengganggu penerbangan.
Calon Penumpang Diminta Memantau Jadwal
Pihak Bandara Sultan Hasanuddin mengimbau calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai masing-masing. Penumpang juga diminta memastikan kembali jadwal keberangkatan sebelum berangkat menuju bandara.
Langkah tersebut diperlukan agar calon penumpang dapat memperoleh informasi terbaru dan menyesuaikan rencana perjalanan apabila terjadi perubahan jadwal.
Gangguan penerbangan ini menunjukkan bahwa dampak karhutla dapat meluas hingga sektor transportasi udara ketika kondisi cuaca di wilayah tujuan tidak mendukung penerbangan. Karena itu, pemantauan cuaca dan koordinasi antarinstansi menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran perjalanan sekaligus memastikan keselamatan penerbangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.