Kabut Asap Karhutla Peceat Sekadau Warga Belitang Hulu Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan
Faktakalbar.id - Maraknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang memburuk di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau memicu imbauan pembatasan aktivitas luar ruangan
Faktakalbar.id - Maraknya kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang memburuk di Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau memicu imbauan pembatasan aktivitas luar ruangan pada Selasa, 15 September 2026.
Meningkatnya ketebalan partikel asap di udara memutus kualitas udara bersih hingga memaksa petugas medis memberikan imbauan perlindungan diri secara intensif kepada warga.
Peringatan bahaya kesehatan tersebut disampaikan di sela-sela kegiatan operasional Posko Kesehatan Terpadu di Desa Balai Sepuak.
Kondisi udara yang tercemar asap tebal dinilai sangat berbahaya jika dihirup secara langsung tanpa pelindung pernapasan yang memadai.
Penggunaan masker secara disiplin menjadi syarat mutlak bagi warga yang terpaksa melakukan mobilitas di luar rumah.
Imbauan ini dikeluarkannya seiring masih maraknya titik kebakaran lahan yang memicu kepulan asap pekat di seputar wilayah Kabupaten Sekadau.
Kapolsek Belitang Hulu Budi Hamdani mengingatkan pentingnya pembatasan kegiatan pemuda dan anak-anak di area terbuka selama masa krisis udara.
“Kalau kondisi asap sedang pekat, aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi. Kalau memang harus keluar, gunakan masker dan perhatikan kondisi kesehatan, terutama anak-anak dan ibu hamil,” ujarnya.
Sejumlah pejabat daerah termasuk Asisten I Pemkab Sekadau Heronimus dan Camat Belitang Hulu Firman SA turut memantau langsung dinamika pemukiman warga terdampak.
Edukasi mengenai cara penanganan awal iritasi saluran pernapasan juga disosialisasikan secara masif oleh tim tenaga kesehatan puskesmas gabungan.
Warga diharapkan tidak mengabaikan penurunan kualitas udara ini demi mencegah dampak jangka panjang dari paparan partikel abu pembakaran lahan.
Kedisiplinan warga dalam membatasi diri di dalam rumah menjadi benteng utama dalam mengantisipasi lonjakan kasus penyakit paru di daerah tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.