Jarak Pandang Terbatas Akibat Kabut Tebal Pemicu Tabrakan Truk dan Minibus di Jalan Raya Beduai Kabupaten Sanggau
Faktakalbar.id - Jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal memicu kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (27/10/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.50 WIB tersebut melibatkan sebuah t…
Faktakalbar.id - Jarak pandang yang terbatas akibat kabut tebal memicu kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Beduai, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Selasa (27/10/2026).
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.50 WIB tersebut melibatkan sebuah truk tangki dan minibus Grand Livina yang melaju searah.
Kecelakaan tepatnya berlangsung di area Dusun Timaga, Desa Thang Raya, Kecamatan Beduai, persis di depan Surau milik Agus.
Kedua kendaraan diketahui melaju dari arah Kembayan menuju ke kawasan Balai Karangan.
Kabut tebal yang menyelimuti kawasan tersebut membuat jarak antara kedua kendaraan yang berjalan beriringan menjadi sangat rapat.
Akibat posisi yang terlalu dekat dan jarak pandang buruk, benturan antar kendaraan tidak dapat dihindari oleh para pengemudi.
Truk tangki bernomor polisi BE 8408 FU dikemudikan oleh Acuh Sumbawa (31), warga Dusun Pebaok, Kecamatan Tayan Hilir.
Adapun minibus Grand Livina bernomor polisi KB 1458 SU dikendalikan oleh Tan Muhammad Hibatul Wafi (30), warga Pontianak Utara.
Benturan keras membuat seorang penumpang minibus bernama Heni Oktaviana (35) menderita luka-luka serta patah pada tangan kiri.
Korban dievakuasi warga dan petugas ke RS Tumenggung Gergaji sebelum ditangani lebih lanjut di rujukan rumah sakit Pontianak.
Minibus yang terlibat insiden tersebut mengalami kerusakan berat pada badan mobil hingga harus dievakuasi dari jalanan.
Personel dari Polsek Beduai yang tiba di lokasi langsung mengamankan barang bukti kendaraan untuk penanganan penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian mengingatkan para pengguna jalan agar membatasi kecepatan saat berhadapan dengan cuaca ekstrem di kawasan rawan kabut.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana menegaskan pentingnya penyesuaian kecepatan serta menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
“Ketika jarak pandang terbatas akibat kabut, pengendara harus meningkatkan kewaspadaan, mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman dengan kendaraan di depannya. Jangan memaksakan kecepatan apabila kondisi tidak memungkinkan,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau kedisiplinan berkendara bagi pengemudi moda transportasi umum maupun pribadi demi keselamatan jiwa.
“Kami mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik dan menyesuaikan cara berkendara dengan situasi di lapangan. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Polisi terus melakukan pendataan saksi serta pendalaman kronologi untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian di lapangan secara detail.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.