Ini Penanganan Dini Gigitan Hewan Perantara Rabies dengan Air dan Sabun
PONTIANAK- Untuk penanganan dini terhadap gigitan hewan berpotensi menular rabies ini, Kepala Dinas Kesehatan dr. Erna Yulianti menyarankan agar melakukan langkah pertama dengan mencuci bekas luka gigitan menggunakan air mengalir dengan sabun.
Selanjutnya, kata Erna, segera laporkan kejadian gigitan GHPR ke Fasyankes terdekat, sehingga petugas kesehatan akan berkoordinasi dengan aparat desa maupun pihak Kabupaten/Kota agar pasien mendapat penanganan tatalaksana untuk diberikan vaksin anti rabies (VAR).
“Dan untuk Vaksin Anti Rabies ini sudah kita terapkan, dengan data keseluruhan yang sudah mendapatkan suntikan vaksin sebanyak 1.414 kasus,” terangnya.
Sementara untuk stok VAR sendiri, dr. Erna membeberkan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar memiliki stok vaksin sebanyak 5.267 vial. Sementara yang sudah di distribusikan ke Kabupaten/kota sebanyak 3.717 vial.
“Untuk pendistribusian VAR ini kita salurkan sesuai dengan permintaan yang diajukan oleh Kabupaten/Kota ke Dinkes Provinsi Kalbar,” lanjutnya.
Lebih jauh terkait kasus GHPR, dr. Erna juga memastikan Dinkes Provinsi Kalbar terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dalam upaya pemberian edukasi melakukan promosi kesehatan lebih aktif , dan juga distribusi VAR dari kemenkes.
“Kita juga terus melakukan upaya untuk pencegahan dan pengendalian terkait kasus gigitan hewan penular rabies ini,” tutupnya. (Noe)
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.