IHSG Turun Sepekan, Kapitalisasi BEI Naik
Kinerja Pasar Saham Bervariasi di Tengah Aliran Dana Asing ke Sektor Perbankan
IHSG mengalami penurunan tipis 0,12 persen menjadi 6.401,88 dalam sepekan terakhir. Meski begitu, nilai kapitalisasi pasar BEI justru menguat menjadi Rp 11.243 triliun.
Faktakalbar.id - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja yang bervariasi sepanjang periode perdagangan 10 hingga 14 Agustus 2026. Secara kumulatif, IHSG mengalami koreksi tipis sebesar 0,12 persen dalam sepekan, menempatkan indeks pada posisi 6.401,88 dari level pekan sebelumnya yang berada di angka 6.409,65.
Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami penurunan sebesar 1,07 persen menjadi Rp 15,21 triliun dari sebelumnya Rp 15,38 triliun. Tak hanya itu, rata-rata volume transaksi harian BEI menyusut 14,86 persen menjadi 34,01 miliar lembar saham, diikuti penurunan frekuensi harian sebesar 9,67 persen menjadi 2,09 juta kali transaksi.
"Data perdagangan saham di BEI selama periode 10–14 Agustus 2026 ditutup dengan kinerja yang bervariasi," jelas Kautsar dalam keterangan resminya, Sabtu (15/8/2026).
Di tengah penurunan IHSG dan volume transaksi, kapitalisasi pasar bursa justru menunjukkan tren positif. Kapitalisasi pasar BEI meningkat 0,28 persen menjadi Rp 11.243 triliun dari posisi pekan sebelumnya sebesar Rp 11.212 triliun.
Dilihat dari pergerakan modal asing, investor asing memposting nilai jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,034 triliun pada perdagangan Jumat (14/8/2026). Namun secara keseluruhan dalam rentang sepekan, investor asing masih mencatatkan net buy senilai Rp 689 miliar di pasar saham domestik.
Arus modal masuk (inflow) asing dalam sepekan terakhir terfokus pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps) yang memiliki likuiditas dan fundamental kuat, terutama di sektor perbankan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi salah satu saham yang paling banyak diburu investor. Sebaliknya, beberapa saham mencatatkan net sell asing terbesar sepanjang pekan ini, antara lain:
- PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Rp 815,47 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp 409,84 miliar
- PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 284,35 miliar
- PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Rp 247,32 miliar
- PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp 101,78 miliar
- PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Rp 74,89 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp 60,33 miliar
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp 48,85 miliar
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) - Rp 46,24 miliar
- PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Rp 45,65 miliar
Secara akumulatif sepanjang tahun berjalan (ytd) pada 2026, investor asing telah mencatatkan total net sell mencapai Rp 72,873 triliun. Dukungan arus dana asing pada saham-saham blue chip sektor perbankan terbukti menjadi penopang utama kestabilan pasar saham domestik.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.