faktakalbar

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.603.000 Per Gram, Buyback Ikut Merosot

Jeda Tren Penguatan: Harga Emas Batangan 24 Karat Dipangkas Rp 7.000 Per Gram

Harga emas Antam hari ini, Selasa (4/8/2026), mengalami penurunan sebesar Rp 7.000 ke level Rp 2.603.000 per gram, sementara harga buyback berada di Rp 2.376.000 per gram.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Tuesday, 04 August 2026 📖 1 menit
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.603.000 Per Gram, Buyback Ikut Merosot
Ilustrasi Emas. (pixabay)

Faktakalbar.id - Harga emas batangan 24 karat produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan pada perdagangan Selasa (4/8/2026). Setelah sempat menguat sejak akhir pekan lalu, harga emas Antam dipangkas Rp 7.000 per gram dan kini bertengger di level Rp 2.603.000 per gram.

Berdasarkan data dari situs resmi Logam Mulia, harga emas terkecil dengan ukuran 0,5 gram dibanderol Rp 1.351.500. Sementara untuk ukuran besar seperti 10 gram dijual seharga Rp 25.525.000, dan pecahan terbesar 1.000 gram (1 kg) menyentuh Rp 2.543.600.000.

Sejalan dengan harga jual, harga pembelian kembali (buyback) oleh Antam juga ikut terkoreksi sebesar Rp 5.000 per gram menjadi Rp 2.376.000 per gram.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, transaksi buyback dengan nilai di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5% yang dipotong langsung saat transaksi berlangsung.

Daftar Rincian Harga Emas Antam (Selasa, 4 Agustus 2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.351.500
  • 1 gram: Rp 2.603.000
  • 2 gram: Rp 5.146.000
  • 3 gram: Rp 7.694.000
  • 5 gram: Rp 12.790.000
  • 10 gram: Rp 25.525.000
  • 25 gram: Rp 63.687.000
  • 50 gram: Rp 127.295.000
  • 100 gram: Rp 254.512.000
  • 250 gram: Rp 636.015.000
  • 500 gram: Rp 1.271.820.000
  • 1.000 gram (1 kg): Rp 2.543.600.000

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK