faktakalbar

Harga Emas Antam di Pegadaian Stabil Hari Ini

Rincian Lengkap Harga Jual dan Buyback Emas Antam per Senin 17 Agustus 2026

Harga emas Antam di Pegadaian terpantau stabil pada Senin (17/8/2026) di level Rp 2.782.000 per gram. Simak rincian daftar harga jual, buyback, serta pergerakan harga emas dunia di sini.

Penulis: Rama 📍 Jakarta Monday, 17 August 2026 📖 2 menit
Harga Emas Antam di Pegadaian Stabil Hari Ini
Ilustrasi Emas. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di Pegadaian terpantau stabil pada perdagangan Senin (17/8/2026) jika dibandingkan dengan posisi pada Minggu (16/8/2026).

Berdasarkan data terbaru dari Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram masih bertahan di level Rp 2.782.000 per gram. Sejalan dengan itu, harga pembelian kembali (buyback) untuk ukuran 1 gram juga tidak mengalami perubahan, yakni berada di posisi Rp 2.502.000 per gram. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga jual dipatok Rp 1.444.000 dengan nilai buyback Rp 1.251.000.

Berikut rincian lengkap daftar harga jual dan buyback emas Antam di Pegadaian per Senin (17/8/2026):

Harga Jual Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.444.000
  • 1 gram: Rp 2.782.000
  • 2 gram: Rp 5.502.000
  • 3 gram: Rp 8.227.000
  • 5 gram: Rp 13.676.000
  • 10 gram: Rp 27.295.000
  • 25 gram: Rp 68.107.000
  • 50 gram: Rp 136.131.000
  • 100 gram: Rp 272.181.000

Harga Buyback Emas Antam

  • 0,5 gram: Rp 1.251.000
  • 1 gram: Rp 2.502.000
  • 2 gram: Rp 5.005.000
  • 3 gram: Rp 7.508.000
  • 5 gram: Rp 12.513.000
  • 10 gram: Rp 25.027.000
  • 25 gram: Rp 62.262.000
  • 50 gram: Rp 124.525.000
  • 100 gram: Rp 249.050.000

(Catatan: Emas Antam ukuran 250 gram hingga 1.000 gram belum tersedia di Pegadaian hari ini).

Sementara itu, harga emas di pasar global bergerak naik melampaui level 4.390 dollar AS per ons pada perdagangan hari ini. Berdasarkan data Trading Economics, emas global menguat 18,91 dollar AS (0,43%) ke posisi 4.394,41 dollar AS per ons. Penguatan ini didorong oleh melemahnya data ekonomi Amerika Serikat (AS), yang meredam ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat.

Pasar kini tengah menantikan rilis notulen rapat Federal Open Market Committee (FOMC) serta pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pada simposium Jackson Hole untuk membaca arah kebijakan moneter AS selanjutnya. Di samping itu, dinamika geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung pergerakan harga komoditas logam mulia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK