faktakalbar

Hadapi Kemarau 2026, BPBD Petakan Potensi Karhutla di Sanggau di Area Perkebunan

Faktakalbar.id - Pihak manajemen perkebunan kelapa sawit PT SAP dan PT AAC bersama BPBD Kabupaten Sanggau menggalang sinergi lintas instansi guna meminimalisir potensi Karhutla di Sanggau pada Kamis (30/7/2026).

Penulis: Natash Friday, 31 July 2026 📖 1 menit
Hadapi Kemarau 2026, BPBD Petakan Potensi Karhutla di Sanggau di Area Perkebunan
Petugas BPBD memberikan paparan peta sebaran titik panas dan strategi mitigasi kebakaran lahan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pihak manajemen perkebunan kelapa sawit PT SAP dan PT AAC bersama BPBD Kabupaten Sanggau menggalang sinergi lintas instansi guna meminimalisir potensi Karhutla di Sanggau pada Kamis (30/7/2026).

Pertemuan kesiapsiagaan menghadapi kemarau ekstrem tersebut dipusatkan di Aula Susteran Arnoldus Jansen Teraju, Desa Teraju Barat, Kecamatan Toba.

Perwakilan manajemen perusahaan, Herman, mengonfirmasi bahwa sosialisasi ini merupakan agenda tahunan untuk memperkuat perlindungan di kawasan konsesi maupun pemukiman sekitarnya.

Herman menyebutkan bahwa keberhasilan penanganan karhutla tidak dapat bertumpu pada satu pihak semata, melainkan memerlukan kolaborasi aktif dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah.

Selain merusak ekosistem alam, bahaya kebakaran lahan dinilai berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi serta kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Sanggau.

Dalam forum tersebut, BPBD Kabupaten Sanggau memaparkan data sebaran titik panas periode 1 hingga 28 Juli 2026 beserta teknik pemadaman kebakaran.

Tim penyuluh BPBD juga membekali peserta dengan pemahaman terkait pemetaan lahan gambut, strategi mitigasi, hingga kesiapan sarana penanganan darurat.

Penanganan potensi Karhutla di Sanggau ini turut melibatkan jajaran Manggala Agni Pokja Sanggau Heri Heriadi, perwakilan Dinas Perkebunan, serta para kepala desa.

Integrasi sistem deteksi dini di area perkebunan ini diharapkan mampu menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam merespons ancaman kebakaran secara cepat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK