faktakalbar

Festival Budaya Sabang Merah 2026 di Sanggau Wadahi Pelestarian Tradisi Leluhur dan Ekonomi Kreatif

Faktakalbar.id - Perhelatan Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026 resmi dibuka di kawasan Taman Arongk Belopa, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (24/10).

Penulis: Natash Sunday, 25 October 2026 📖 2 menit
Festival Budaya Sabang Merah 2026 di Sanggau Wadahi Pelestarian Tradisi Leluhur dan Ekonomi Kreatif
Pembukaan Festival Budaya Sabang Merah 2026 di Taman Arongk Belopa Sanggau. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Perhelatan Festival Budaya Sabang Merah Tahun 2026 resmi dibuka di kawasan Taman Arongk Belopa, Kabupaten Sanggau, pada Sabtu (24/10).

Kegiatan kebudayaan berskala daerah ini diselenggarakan selama enam hari hingga Kamis mendatang guna melestarikan tradisi luhur masyarakat.

Nama Sabang Merah sendiri memiliki akronim filosofis yakni Sanggau Bangga Mengukir Sejarah sebagai representasi kecintaan daerah.

Festival kebudayaan ini dirancang sebagai wadah pembinaan seni, tradisi adat, serta tempat penyaluran kreativitas warga.

Bupati Sanggau Yohanes Ontot mengapresiasi kerja keras para pelaku seni, penggiat adat, serta paguyuban yang menyukseskan perhelatan tersebut.

Ia menekankan pentingnya pewarisan nilai-nilai sejarah dan kearifan lokal kepada para pemuda di tengah arus modernisasi.

Melalui festival budaya ini, generasi muda diajak untuk semakin mengenal sekaligus bangga terhadap identitas kebudayaan daerah.

Selain aspek pelestarian nilai tradisi, perhelatan seni ini juga dirancang untuk memacu pertumbuhan sektor ekonomi kreatif lokal.

Pelaku UMKM, pengrajin cenderamata, hingga pedagang kuliner tradisional diberikan ruang khusus untuk memasarkan produk unggulan mereka.

Geliat ekonomi warga diproyeksikan meningkat signifikan seiring tingginya angka kunjungan masyarakat selama festival berlangsung.

Wakapolres Sanggau Radian Andy Pratomo menilai panggung kebudayaan ini efektif dalam memupuk rasa saling menghargai antarwarga.

“Festival budaya bukan hanya tentang pertunjukan seni, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bertemu, saling mengenal dan membangun rasa saling menghargai. Bagi kami, ini merupakan bagian penting dalam menjaga persatuan dan menciptakan suasana sosial yang tetap harmonis,” kata Radian Andy Pratomo.

Ia juga mengajak seluruh pengunjung untuk menjaga ketertiban umum demi kenyamanan perayaan agenda seni tersebut.

“Kami mengajak seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Nikmati seluruh rangkaian festival dengan suasana yang positif, tetap menghormati sesama dan mengikuti ketentuan yang telah ditetapkan. Keamanan kegiatan ini merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Radian Andy Pratomo.

Kerja sama yang harmonis antara budayawan, pemerintah daerah, dan penegak hukum menjadi kunci keberhasilan kelestarian kebudayaan di Sanggau.

Penyelenggaraan perhelatan budaya secara konsisten diproyeksikan mampu mendongkrak daya tarik sektor pariwisata daerah.

Kekayaan budaya tradisional yang dirawat dengan baik menjadi modal sosial bernilai tinggi bagi kemajuan Kabupaten Sanggau.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK