Evakuasi Bus Damri di Jalan Transkalimantan Tayan Hilir Berujung Kecelakaan Dini Hari
Faktakalbar.id - Proses evakuasi Bus Damri yang mengalami kerusakan di Jalan Transkalimantan, Simpang Ampar, Kabupaten Sanggau, berujung kecelakaan dengan Toyota Innova Reborn pada Jumat (18/9/2026) dini hari.
Faktakalbar.id - Proses evakuasi Bus Damri yang mengalami kerusakan di Jalan Transkalimantan, Simpang Ampar, Kabupaten Sanggau, berujung kecelakaan dengan Toyota Innova Reborn pada Jumat (18/9/2026) dini hari.
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 04.15 WIB di depan Kafe Rumah Kedua, Dusun Danau Teluk, Desa Cempedak, Kecamatan Tayan Hilir.
Sebelum kecelakaan terjadi, Bus Damri bernomor polisi KH 7605 AI mengalami gangguan roda depan ketika melaju dari arah Simpang Ampar menuju Pontianak.
Bus yang dikemudikan Az Fajar Bimantara Putra (34) tersebut mengalami patah king pen pada roda depan sebelah kanan.
Kerusakan itu membuat roda depan bus terlepas dan kendaraan tidak dapat melanjutkan perjalanan secara normal.
Posisi bus yang masih berada di sebagian badan jalan membuat proses evakuasi harus dilakukan dengan pengaturan arus kendaraan.
Bus Damri kemudian ditarik menggunakan kendaraan R6 jenis tangki yang kebetulan melintas di lokasi.
Arus kendaraan dari arah Pontianak diatur dengan sistem buka-tutup selama proses evakuasi berlangsung.
Di tengah proses tersebut, Toyota Innova Reborn bernomor polisi KB 1219 OX datang dari arah Pontianak.
Mobil berwarna hitam itu dikemudikan Swartono Bagus Saputro (33), warga Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.
Berdasarkan informasi awal, Innova diduga tidak melihat rambu peringatan dan tanda yang dipasang di sekitar Bus Damri.
Mobil tersebut kemudian menyenggol bagian kiri Bus Damri.
Kecelakaan terjadi ketika kondisi sebagian badan jalan masih digunakan untuk proses evakuasi kendaraan yang mengalami kerusakan.
Kapolsek Tayan Hilir Iptu Kusdarwanto mengatakan rambu peringatan telah dipasang untuk memberi tanda kepada pengguna jalan.
“Pengguna jalan yang melintas di lokasi kendaraan mengalami gangguan perlu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan setiap rambu maupun petunjuk yang diberikan petugas. Kondisi jalan yang sebagian digunakan untuk proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian dari seluruh pengguna jalan,” ujar Kusdarwanto.
Kondisi jalan pada malam hingga dini hari juga membutuhkan perhatian pengendara karena situasi dan jarak pandang dapat berbeda dibandingkan siang hari.
Pengendara diminta mengurangi kecepatan ketika mendekati kendaraan yang berhenti atau sedang menjalani proses evakuasi.
Arahan petugas juga perlu diperhatikan apabila terdapat pengaturan lalu lintas sementara di lokasi.
Setelah kecelakaan terjadi, arus lalu lintas di Jalan Transkalimantan pada kawasan tersebut dilaporkan tetap berjalan lancar.
Penanganan kendaraan dilanjutkan dengan tetap memperhatikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.