Enam Orang Utan Terjebak di Kebun Warga Kayong Utara, Diselamatkan Tim Gabungan
Enam orang utan diselamatkan dari kebun warga di Kayong Utara, Kalimantan Barat, setelah habitat mereka terdampak kebakaran hutan dan lahan.
Faktakalbar.id - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat tidak hanya mengancam masyarakat, tetapi juga satwa liar. Enam orang utan ditemukan terjebak di area perkebunan warga di Desa Pemangkat, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara.
Enam orang utan tersebut berhasil dievakuasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI).
Mereka terdiri dari dua induk dan anak serta dua orang utan remaja. Keenamnya masing-masing bernama Mama Nopi dan Nopi, Mama Noni dan Noni, serta dua orang utan remaja bernama Naufal dan Nopan.
Habitat Terputus Akibat Karhutla
Penyelamatan dilakukan dalam dua operasi, yakni pada 4 dan 8 September 2026. Proses evakuasi turut melibatkan Yayasan Palung, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pemangkat, masyarakat, serta pemilik kebun.
Kondisi keenam orang utan tersebut cukup mengkhawatirkan karena lokasi mereka berada sekitar 200 meter dari titik kebakaran yang cukup besar.
Api juga memutus akses satwa menuju blok hutan yang masih tersisa. Kondisi tersebut membuat orang utan berpindah dari satu kebun ke kebun lainnya untuk mencari makanan dan tempat berlindung.
Situasi itu tidak hanya membahayakan keselamatan satwa, tetapi juga meningkatkan potensi konflik antara orang utan dan manusia.
Kondisi Orang Utan Setelah Dievakuasi
Dalam operasi pertama pada 4 September, tim menyelamatkan Naufal, Nopan, Mama Nopi, dan Nopi.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan Naufal, Mama Nopi, dan Nopi dalam kondisi umum baik. Sementara Nopan sempat mengalami peningkatan suhu tubuh hingga 40 derajat Celsius dan mendapat penanganan medis serta cairan infus hingga kondisinya kembali normal.
Pada operasi berikutnya, tim mengevakuasi Mama Noni dan anaknya, Noni. Mama Noni diperkirakan berusia 13 hingga 15 tahun, sedangkan Noni masih berusia sekitar 1 hingga 2 bulan.
Saat ditemukan, suhu tubuh Mama Noni mencapai 39,4 derajat Celsius dan mengalami pernapasan cepat. Tim medis kemudian memberikan cairan infus, oksigen, serta kompres untuk membantu menurunkan suhu tubuhnya.
Karena masih sangat muda dan bergantung pada induknya, kondisi Noni juga terus dipantau.
Enam Orang Utan Dibawa ke Pusat Rehabilitasi
Setelah berhasil dievakuasi, keenam orang utan dibawa ke Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orang Utan YIARI.
Tim medis akan memantau kondisi kesehatan mereka sekaligus perkembangan karhutla dan kondisi habitat asalnya.
Jika kawasan asal dinilai sudah aman dan memiliki habitat yang sesuai, tim akan melakukan penilaian lebih lanjut mengenai kemungkinan orang utan tersebut dikembalikan ke alam.
BKSDA Kalimantan Barat juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan satwa liar yang terdampak karhutla atau keluar dari habitatnya.
Dalam satu bulan terakhir, BKSDA Kalbar bersama YIARI mencatat sebanyak 15 orang utan telah diselamatkan akibat ancaman karhutla.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.