faktakalbar

Ekonomi Singkawang Tumbuh 5,39 Persen pada 2025, Pengangguran Turun Jadi 7,42 Persen

Faktakalbar.id – Pertumbuhan ekonomi Kota Singkawang mencapai 5,39 persen pada 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,42 persen, berdasarkan data yang dipaparkan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat peringatan hari jadi ke-25 kota tersebut, Sabtu (17/10/2026).

Penulis: Natash Sunday, 18 October 2026 📖 1 menit
Ekonomi Singkawang Tumbuh 5,39 Persen pada 2025, Pengangguran Turun Jadi 7,42 Persen
Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyampaikan capaian indikator pembangunan saat upacara Hari Jadi ke-25 Pembentukan Kota Singkawang, Sabtu (17/10/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id – Pertumbuhan ekonomi Kota Singkawang mencapai 5,39 persen pada 2025, sementara tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 7,42 persen, berdasarkan data yang dipaparkan Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie saat peringatan hari jadi ke-25 kota tersebut, Sabtu (17/10/2026).

Dalam upacara di halaman Kantor Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie menyampaikan sejumlah indikator pembangunan untuk menggambarkan perkembangan daerah selama periode 2023–2025.

Menurut data yang dipaparkannya, pertumbuhan ekonomi Singkawang meningkat dari 5,06 persen pada 2023 menjadi 5,39 persen pada 2025.

Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen pada 2025, sebagaimana disebutkan dalam sambutannya.

Di sektor pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Singkawang meningkat dari 74,13 pada 2023 menjadi 75,67 pada 2025.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka turun dari 8,51 persen menjadi 7,42 persen dalam periode yang sama.

Angka kemiskinan juga disebut menurun dari 4,7 persen pada 2023 menjadi 4,2 persen pada 2025.

Meski menunjukkan perbaikan pada sejumlah indikator, angka-angka tersebut belum menggambarkan secara menyeluruh pemerataan manfaat pembangunan di setiap kelompok masyarakat.

Dalam sambutannya, Tjhai Chui Mie mengingatkan jajarannya agar tidak menjadikan capaian statistik sebagai alasan untuk berhenti melakukan pembenahan.

“Kita tidak boleh cepat berpuas diri. Di balik setiap angka, ada kehidupan masyarakat yang harus terus kita perhatikan. Masih ada keluarga yang membutuhkan dukungan, warga yang membutuhkan pekerjaan, serta pelayanan dan infrastruktur yang perlu terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia mengatakan pemerintah daerah masih perlu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan mempercepat pembenahan infrastruktur.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-25 Pembentukan Kota Singkawang yang mengusung tema “Berkilau Bersama Menuju Singkawang Juara”.

Untuk menilai dampak pembangunan secara lebih utuh, data pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan perlu dibaca bersama indikator pendapatan masyarakat, kualitas pekerjaan, serta akses terhadap layanan dasar.

Data pembanding dan penjelasan dari sumber statistik independen belum tercantum dalam bahan sambutan yang tersedia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK