Apeksi 2026 Bahas Strategi City Branding, Pemerintah Kota Diminta Petakan Potensi Budaya Daerah
Faktakalbar.id - Pemetaan potensi budaya dan persoalan daerah menjadi salah satu pembahasan utama dalam Forum Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026 di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (15/10/2026).
Faktakalbar.id - Pemetaan potensi budaya dan persoalan daerah menjadi salah satu pembahasan utama dalam Forum Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) 2026 di Balairung Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (15/10/2026).
Forum tersebut membahas cara pemerintah kota mengembangkan ekosistem kebudayaan sebagai dasar penguatan city branding dan strategi pembangunan yang sesuai dengan karakter masing-masing daerah.
Direktur Eksekutif Apeksi, Alwis Rustam, bersama General Manager Apeksi, Indah Wibinasiti, memberikan pengarahan mengenai pemetaan potensi budaya, keterlibatan pemangku kepentingan, dan penyusunan kebijakan lintas sektor.
Indah menilai program kebudayaan dan pariwisata perlu disusun berdasarkan gambaran yang jelas mengenai potensi serta persoalan yang dihadapi setiap kota.
“Program-program yang dijalankan pemerintah kota harus memiliki peta potensi dan permasalahan yang dihadapi agar ditemukan titik temu untuk diselesaikan bersama,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, Indah membagi ekosistem kebudayaan menjadi tiga elemen utama yang perlu diperhatikan pemerintah kota.
Elemen pertama adalah aspek struktural yang mencakup kebijakan, kelembagaan, tata kelola, regulasi, kewenangan, dan anggaran sebagai landasan pengembangan kebudayaan.
Elemen kedua meliputi aspek nonstruktural, seperti komunitas, pelaku budaya, masyarakat, pemuda, dan jejaring yang berperan dalam menjaga serta mengembangkan kebudayaan daerah.
Sementara itu, elemen ketiga berkaitan dengan potensi dan peluang, termasuk aset budaya, cerita lokal, ruang budaya, praktik baik, inovasi, serta kolaborasi.
Ketiga elemen tersebut dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan tantangan dalam membangun identitas kota berbasis kebudayaan.
Pemetaan juga dapat membantu pemerintah menentukan program prioritas dan mempertemukan kebutuhan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata serta aktivitas ekonomi.
Direktur Eksekutif Apeksi, Alwis Rustam, mencontohkan Singkawang sebagai kota yang dikenal melalui keberagaman budaya dan toleransi masyarakatnya.
“Kota ini (Singkawang) telah berhasil membentuk identitasnya sebagai kota budaya yang beragam dan toleran sehingga menjadi karakteristik yang sangat dikenal hingga mancanegara,” ujarnya.
Pembahasan berlangsung dengan melibatkan organisasi perangkat daerah bidang kebudayaan, pariwisata, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dari berbagai kota di Indonesia.
Kolaborasi antarsektor menjadi salah satu aspek yang dibahas untuk menghubungkan kebijakan kebudayaan dengan perencanaan pembangunan daerah.
Penguatan city branding tidak hanya berkaitan dengan promosi identitas kota, tetapi juga membutuhkan pengelolaan potensi budaya dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui forum tersebut, pemerintah kota didorong mengidentifikasi aset budaya sekaligus memetakan persoalan yang dapat menghambat pelestarian dan pengembangannya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.