faktakalbar

DKP Kalbar Bersama CSO Sosialiasikan Pemberian Hibah pada Masyarakat Pesisir

Penulis: Redaksi Tuesday, 19 March 2024 📖 2 menit
DKP Kalbar Bersama CSO Sosialiasikan Pemberian Hibah pada Masyarakat Pesisir

PONTIANAK- Program USAID Konservasi Laut Efektif (USAID Kolektif) bersama KEHATI dan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Barat melakukan sosialisasi pemberian hibah untuk kegiatan pendampingan masyarakat pesisir melalui pengelolaan kawasan konservasi yang berkelanjutan.

Sosialisasi ini diikuti oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan non pemerintah (LSM, CSO), kelompok swadaya masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan tinggi dan lembaga penelitian universitas/ perguruan tinggi, Unit Pelaksana Teknis (UPT), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Conservation Benefit Specialist USAID Kolektif Abdullah Habibi dalam pemaparannya mengatakan, hibah ini memiliki sasaran yakni untuk melindungi keanekaragaman hayati Indonesia secara efektif melalui peningkatan pengelolaan, fungsi, dan manfaat Kawasan Konservasi (KK) yang ada.

Sedangkan untuk tujuannya, lanjut Habibi, penguatan sumber daya manusia dan pengaturan pengelolaan kawasan konservasi, mewujudkan pembiayaan yang berkelanjutan dalam pengelolaan kawasan konservasi, peningkatan manfaat kawasan konservasi masyarakat pesisir melalui pengelolaan yang berkelanjutan, dan peningkatan perlindungan untuk spesies laut yang langka, terancam punah, di kawasan prioritas.

Sementara itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Barat Frans Zeno menyambut baik program tersebut.

Dikatakan Zeno, progam tersebut merupakan bagian dari kerjasama USAID Kolektif di Kalimantan Barat sebagai tindak lanjut kerjasama Infonesia-Amerika.

Dimana kata Zeno, program tersebut sejalan dengan program Dinas Kelautan dan Perikanan, yakni progam pendampingan masyarakat dalam upaya perlindungan keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. Terutama pada masyarakat pesisir.

Dikatakan Zeno, dari program tersebut diharapkan terjadi penguatan, baik dari sisi kelembagaan maupun dari masyarakat sendiri supaya risilience terhadap berbagai macam ketidakpastian, seperti perubahan iklim, bencana, dll, sehingga mampu menghadapi kondisi-kondisi yang terjadi di lokasi masing-masing.

Zeno mengakui, masyarakat pesisir di Kalimantan Barat mengalami banyak keterbatasan. Baik dari sisi infrastruktur, akses transportasi, pendidikan dll. Hal itu, tentu menjadi tantangan tersendiri.

Namun kata dia, masyarakat pesisir memiliki banyak ide, untuk membangun kawasan mereka. Meskipun tidak bisa dipungkiri, di sisi lain dihadapkan dengan banyak keterbatasan.

Oleh karena itu perlu dilakukan penguatan kelembagaan, dengan memanfaatkan sarana bantuan, yang dapat membantu mereka dalam peningkatan kapasitas masyarakat.

“Kita harapkan memang sarana-sarana pembiayaan dengan konsep kemitraan seperti ini semakin memperkuat masyarakat di pesisir,” katanya. (Noe)


Halaman:

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK