faktakalbar

Dampak Kabut Asap Indonesia, Malaysia Liburkan Sekolah di Sejumlah Wilayah

Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah di sejumlah wilayah setelah kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Penulis: Clara Saturday, 10 October 2026 📖 1 menit
Dampak Kabut Asap Indonesia, Malaysia Liburkan Sekolah di Sejumlah Wilayah
Kabut asap akibat karhutla Indonesia membuat Malaysia meliburkan sekolah di sejumlah wilayah setelah kualitas udara masuk kategori tidak sehat. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak hingga ke Malaysia. Pemerintah Malaysia memutuskan meliburkan sekolah di sejumlah wilayah pada Jumat (9/10/2026) setelah kualitas udara memburuk dan masuk kategori tidak sehat.

Menteri Pendidikan Malaysia, Fadhlina Sidek, menyampaikan bahwa penutupan sekolah berlaku di sejumlah wilayah, meliputi Johor, Melaka, Negeri Sembilan, Selangor, Kuala Lumpur, dan Putrajaya. Kebijakan tersebut juga mencakup distrik Rompin di negara bagian Pahang.

Keputusan tersebut diambil untuk melindungi kesehatan dan keselamatan siswa serta warga sekolah dari paparan polusi udara. Kementerian Pendidikan Malaysia meminta dinas pendidikan di tingkat negara bagian dan distrik terus memantau kondisi kabut asap dan mengambil tindakan sesuai perkembangan situasi.

Menurut data pemerintah Malaysia pada Jumat pagi, sebanyak 37 wilayah mencatat Indeks Pencemar Udara (API) dalam kategori tidak sehat. Dalam sistem pengukuran Malaysia, angka API 101–200 masuk kategori tidak sehat, 201–300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Kuala Lumpur turut mengalami penurunan kualitas udara akibat kabut yang menyelimuti kawasan perkotaan. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan polusi udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki masalah pernapasan.

Raja Malaysia, Sultan Ibrahim, sebelumnya menyarankan agar sekolah di wilayah terdampak ditutup sementara apabila kondisi udara membahayakan kesehatan siswa. Ia juga meminta pihak berwenang memprioritaskan perlindungan kelompok rentan dan mendorong masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat polusi memburuk.

Pemerintah Malaysia juga menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan Indonesia dalam menangani persoalan kabut asap lintas batas. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan bahwa koordinasi regional melalui ASEAN diperlukan untuk mendukung upaya penanganan kebakaran dan mengurangi dampaknya terhadap negara-negara tetangga.

Peristiwa ini kembali menyoroti dampak karhutla yang tidak hanya dirasakan masyarakat di wilayah kebakaran, tetapi juga dapat meluas ke negara tetangga. Pengendalian titik api, pemantauan kualitas udara, serta koordinasi lintas negara menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan dan gangguan aktivitas masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK