BPS Catat Kemiskinan Kalbar Turun Jadi 5,78 Persen
Faktakalbar.id - Persentase penduduk miskin di Kalimantan Barat turun menjadi 5,78 persen pada Maret 2026, berkurang 0,19 poin dibandingkan September 2025 yang mencapai 5,97 persen.
Faktakalbar.id - Persentase penduduk miskin di Kalimantan Barat turun menjadi 5,78 persen pada Maret 2026, berkurang 0,19 poin dibandingkan September 2025 yang mencapai 5,97 persen.
Penurunan tersebut menunjukkan adanya perubahan pada kondisi kemiskinan di Kalimantan Barat dalam periode enam bulan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat juga memperlihatkan perbedaan perkembangan kemiskinan antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Di perkotaan, persentase penduduk miskin justru meningkat 0,03 poin menjadi 4,32 persen pada Maret 2026.
Sebaliknya, persentase penduduk miskin di wilayah perdesaan turun 0,33 poin menjadi 6,72 persen.
Perbedaan tersebut membuat tingkat kemiskinan di perdesaan masih lebih tinggi dibandingkan wilayah perkotaan.
Kepala BPS Kalimantan Barat Muh. Saichudin mengatakan penurunan angka kemiskinan secara keseluruhan menunjukkan adanya perbaikan kondisi kemiskinan di provinsi tersebut.
Meski demikian, perkembangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan tidak sepenuhnya sama.
Penurunan kemiskinan di perdesaan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penurunan persentase kemiskinan Kalimantan Barat secara keseluruhan.
Pada saat yang sama, kebutuhan masyarakat yang masuk dalam penghitungan Garis Kemiskinan mengalami peningkatan.
Garis Kemiskinan Kalimantan Barat pada Maret 2026 tercatat Rp675.653 per kapita per bulan.
Angka tersebut meningkat 3,59 persen dibandingkan September 2025 yang berada di level Rp652.220 per kapita per bulan.
Komponen makanan masih menjadi bagian terbesar dalam Garis Kemiskinan dengan kontribusi 75,15 persen.
Sementara itu, komponen bukan makanan menyumbang 24,85 persen dari Garis Kemiskinan.
Data tersebut menunjukkan bahwa perubahan tingkat kemiskinan berlangsung bersamaan dengan meningkatnya nilai kebutuhan minimum yang digunakan dalam pengukuran kemiskinan.
Di wilayah perkotaan, persentase kemiskinan yang mencapai 4,32 persen menjadi yang lebih rendah dibandingkan perdesaan.
Sementara angka kemiskinan perdesaan sebesar 6,72 persen menunjukkan masih terdapat perbedaan kondisi kesejahteraan antara kedua wilayah.
Perkembangan tersebut menjadi gambaran kondisi kemiskinan Kalimantan Barat berdasarkan data hingga Maret 2026.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.