faktakalbar

BMKG Prediksi El Niño Bertahan hingga Awal 2027, Musim Hujan Berpotensi Mundur

BMKG memprediksi El Niño bertahan hingga awal 2027 dan musim hujan 2026/2027 berpotensi mundur di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan terhadap kekeringan dan karhutla.

Penulis: Clara Wednesday, 14 October 2026 📖 1 menit
BMKG Prediksi El Niño Bertahan hingga Awal 2027, Musim Hujan Berpotensi Mundur
BMKG memprediksi fenomena El Niño bertahan hingga awal 2027, dengan potensi kemunduran awal musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. (dok.ist)

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Niño masih akan bertahan hingga awal 2027. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berpotensi memengaruhi pola curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.

Berdasarkan pemutakhiran prediksi iklim BMKG, fenomena El Niño dengan intensitas sangat kuat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia. Pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik tropis bagian tengah dan timur dapat mengubah pola sirkulasi atmosfer dan mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah.

BMKG mencatat anomali suhu permukaan laut di wilayah Nino 3.4 pada periode Agustus–September–Oktober 2026 mencapai sekitar 3,08 derajat Celsius. Kondisi tersebut menunjukkan penguatan fenomena El Niño berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut.

Dampaknya, awal musim hujan 2026/2027 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami kemunduran dibandingkan kondisi normal. Berdasarkan prediksi BMKG, sebanyak 529 Zona Musim atau sekitar 61,08 persen wilayah diperkirakan mengalami awal musim hujan yang lebih lambat.

Musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mulai berlangsung pada November hingga Desember 2026. Sementara itu, puncak musim hujan diperkirakan terjadi secara bertahap pada Desember 2026 hingga Februari 2027, bergantung pada wilayahnya.

Selain El Niño, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi distribusi curah hujan di Indonesia. Kombinasi kedua fenomena tersebut berpotensi memperpanjang kondisi kering di sejumlah daerah.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan terhadap sektor pertanian dan ketersediaan air bersih. Oleh karena itu, pemantauan iklim dan langkah mitigasi diperlukan untuk mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk terus mengikuti informasi cuaca dan iklim resmi. Sektor pertanian juga perlu menyesuaikan jadwal tanam dengan prediksi musim hujan di masing-masing wilayah agar risiko gagal panen dapat ditekan.

Meski demikian, dampak El Niño tidak selalu sama di setiap daerah. Masyarakat diimbau memperhatikan prakiraan BMKG setempat karena kondisi hujan dan waktu dimulainya musim hujan dapat berbeda antardaerah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK